Implikasi Concurring Opinion dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Independensi Kekuasaan Kehakiman di Indonesia

Main Article Content

Mahogra Indrastama
Rosmini Rosmini
Alfian Alfian

Abstract

Concurring opinion dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan mekanisme yang memungkinkan hakim menyampaikan alasan hukum berbeda meskipun tetap menyetujui amar putusan mayoritas, sebagaimana diakomodasi dalam praktik MK sejak Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Penelitian ini menganalisis implikasi concurring opinion terhadap independensi kekuasaan kehakiman di Indonesia melalui penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa concurring opinion pada umumnya memperkuat independensi hakim dengan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kebebasan dari pengaruh internal dan eksternal, sekaligus mendorong deliberasi terbuka dan memperkuat legitimasi putusan, seperti tercermin dalam Putusan MK Nomor 34/PUU-XIX/2021 dan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Namun, dalam konteks Indonesia, mekanisme ini juga berpotensi menimbulkan risiko berupa perpecahan internal, penurunan otoritas putusan, serta kerentanan terhadap pengaruh politik atau ideologi apabila tidak disertai pengaturan yang jelas dan ketat. Oleh karena itu, diperlukan revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi untuk memberikan pedoman yang tegas mengenai concurring opinion, penguatan etika hakim, serta publikasi putusan secara komprehensif guna menjaga keseimbangan antara transparansi dan otoritas kekuasaan kehakiman.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Indrastama, M., Rosmini, R., & Alfian, A. (2026). Implikasi Concurring Opinion dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Terhadap Independensi Kekuasaan Kehakiman di Indonesia. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(3), 547–561. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i3.15985
Section
Articles

References

BUKU

Adeb Davega Prasna, A. D., & Meri Yarni, M. (2025). Proses beracara pengujian undang-undang dan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Young Progressive Muslim.

Asshiddiqie, J. (2004). Konstitusi dan konstitusionalisme Indonesia. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Asshiddiqie, J. (2006). Hukum acara pengujian undang-undang (Cetakan ke-3). Konstitusi Press.

Asshiddiqie, J. (2008). Pokok-pokok hukum tata negara Indonesia pasca reformasi. Bhuana Ilmu Populer.

Asshiddiqie, J. (2009). Menuju negara hukum yang demokratis. PT Bhuana Ilmu Populer.

Asmarudin, I., & Sugiharto, I. (2020). Mahkamah Konstitusi RI dalam bingkai negara hukum Indonesia (dilengkapi dengan hukum acaranya). Diya Media Group.

Black, H. C. (1968). Black’s law dictionary (Rev. 4th ed.). West Publishing Co.

Dahlan Thaib. (2009). Ketatanegaraan Indonesia perspektif konstitusional. Total Media.

M. Ali Safa’at, Dkk. Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. Edited by Fajlurrahman Jurdi. 2nd ed. Jakarta: Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi, 2019.

M. Guntur Hamzah. (2016). Mahkamah Konstitusi: Pendidikan hak konstitusional warga negara. Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.

Safaat Arif Nur Ikhsan Sidqi, S. A. N. I., Hanafi Arief, H., & Faris Ali, F. (2021). Analisis yuridis terhadap kedudukan Mahkamah Konstitusi dalam hukum tata negara Indonesia. Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari.

Setyawan, A. S. (2021). Praktik pengambilan keputusan Mahkamah Konstitusi. Pustaka Pelajar.

Soimin, & Mashuriyanto. (2013). Mahkamah konstitusi dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. UII Press.

Suparto. (2020). Konstitusi: Teori, hukum, dan perkembangannya. Bina Karya (BIKA).

Tarumingkeng, R. C. (2025). Political legitimacy theory (Teori legitimasi politik). RUDYCT e-Press.

Tim Penyusun Hukum Acara Mahkamah Konstitusi. (2010). Hukum acara Mahkamah Konstitusi. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Widodo, P. (2021). Analisis keputusan Mahkamah Konstitusi. UMM Press.

JURNAL

Adji, A. B., Mau, H. A., & Candra, M. (2024). Konstitusionalitas Perubahan Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam Negara Hukum Demokrasi. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 3(1), 16–25. https://doi.org/10.55681/sentri.v3i1.2116

Adrian, A. Z., Charisma, C. A. T., Azaby, M. A. R., & Fadilah, S. N. (2022). Teori pemisahan kekuasaan trias politica dalam pemikiran filsafat hukum Montesquieu. Praxis: Jurnal Filsafat Terapan, 1(2), 1–25. https://doi.org/10.11111/praxis.xxxxxxx

Ahmad Ari Fatullah, A. A., M. Maghfur Agung, M. M., & Rahmah Meladiah, R. (2025). Implikasi konstitusional dan sistemik: Analisis putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 135/PUU-XXII/2024 tentang pemisahan pemilu nasional dan pilkada. ELQONUN: Jurnal Hukum Ketatanegaraan, 3(1), 37–45. https://doi.org/10.19109/elqonun.v3i1.30988

Arif Sugitanata. (2023). Dinamika Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait Batas Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden. Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(2), 23–42. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v4i2.79

Anjas Pangestu. (2024). Kewajiban pembentuk undang-undang menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Lex Lata, 6(2), 161–180. https://doi.org/10.28946/lexl.v6i2.3124

Diyar Ginanjar Andiraharja. (2021). Judicial review oleh Mahkamah Konstitusi sebagai fungsi ajudikasi konstitusional di Indonesia. Khazanah Hukum, 3(2), 70–79. https://doi.org/10.15575/kh.v3i2.9012

Dwi Fridayanti. (2025). Kedudukan putusan Mahkamah Konstitusi terhadap sumber hukum di Indonesia: Studi kasus putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia No. 60/PUU-XXII/2024. Jurnal Hukum dan Perundang-Undangan, 5(1), 51–65.

Fajar Laksono Soeroso. (2014). Aspek keadilan dalam sifat final putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Jurnal Konstitusi, 11(1), 65–84.

Fajar Laksono Soeroso. (2013). Pembangkangan Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi. (2013). Jurnal Yudisial, 6(3), 227-249. https://doi.org/10.29123/jy.v6i3.100

Haryanto, E. (2024). ANALISIS DAMPAK KUALITAS KEPUTUSAN MK DALAM SENGKETA PEMILU PILPRES 2024. Jurnal Mahkamah Keadilan, 2(1). https://jurnal.uic.ac.id/MK/article/view/315

Khotob Tobi Almalibari. (2022). Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam sistem pemilihan umum. Jurnal Rechten: Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia, 1(2), 36–45. https://doi.org/10.52005/rechten.v1i2.45

Mulianto, B., & Fikri, R. (2018). Struktur legitimasi dalam masyarakat Indonesia (Studi pengukuhan kembali Kerajaan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar Provinsi Riau). Jurnal Wedana, 4(1), 490–497.

Nasution, M. A. (2022). Analisis Yuridis Tentang Pengawasan Hakim Oleh Komisi Yudisial Dalam Prespektif Undang Undangdasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 005/PUU-IV/2006). Jurnal Hukum Kaidah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat, 21(2),

Nurhayati, Y., Ifrani, I., & Said, M. Y. (2021). Metodologi normatif dan empiris dalam perspektif ilmu hukum. Jurnal Penegakan Hukum Indonesia, 2(1), 1–20. https://ojs.bdproject.id/index.php/jphi/article/view/14

Sultoni Fikri. (2024). Analisis putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 60/PUU-XXII/2024 terhadap hak politik dalam perspektif teori kontrak sosial. Amsir Law Journal, 6(1). https://doi.org/10.36746/alj.v6i1.589

Sukiati, S., Mukhsin, A., & Al-Farizi, D. (2024). Methods of analyzing judges’ decisions in normative legal research: Case-based approach and Islamic law. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences, 6(3), 1310–1319. https://doi.org/10.34007/jehss.v6i3.1972

Suparto. (2016). Pemisahan kekuasaan, konstitusi dan kekuasaan kehakiman yang independen menurut Islam. Jurnal Selat, 4(1), 116–129. http://ojs.umrah.ac.id/index.php/selat

Wiwin, Pradana, S. A., & Dhiya’ul Haq, M. I. (2023). The regulation of articles on state institutional insults to the right to freedom of expression in Indonesia: A critical review. Mulawarman Law Review, 8(1), 21–31. https://doi.org/10.30872/mulrev.v8i1.1122

Yasin, N. B. Z. P., & Ubaidillah, L. (2024). Tinjauan yuridis atas pelanggaran kode etik hakim Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023. Indonesian Journal of Law and Justice, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i1.3016

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316)

Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5076)

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-XIX/2021

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023

Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 7 Tahun 2025 tentang Tata Beracara dalam Perkara Pengujian Undang-Undang

WEBSITE

Fajarlie, N. I. (2023, November 3). Pakar hukum tegaskan 3 kejanggalan besar dalam putusan MK terkait batas usia capres-cawapres. Kompas TV. https://www.kompas.tv/amp/nasional/457794/pakar-hukum-tegaskan-3-kejanggalan-besar-dalam-putusan-mk-terkait-batas-usia-capres-cawapres?page=all

Febriansyah, R. F. (2024, Juni 12). Menimbang ulang concurring opinion dalam peradilan Indonesia. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/menimbang-ulang-concurring-opinion-dalam-peradilan-indonesia-lt666920d841d19/

Nugraha, S. A. (2023). Pandangan Pakar UGM Terkait Putusan MK Soal Batas Usia Capres-Cawapres. Universitas Gadjah Mada. https://ugm.ac.id/id/berita/pandangan-pakar-ugm-terkait-putusan-mk-soal-batas-usia-capres-cawapres/

Penasihat Hukum. (2024, August 3). Memahami istilah hukum: Begini perbedaan dissenting opinion dan concurring opinion. https://www.penasihathukum.com/memahami-istilah-hukum-begini-perbedaan-dissenting-opinion-dan-concurring-opinion

Sahbani, A. (2021, 31 Agustus). Alasan MK tolak pengujian pasal alih status pegawai KPK. Hukumonline. https://www.hukumonline.com/berita/a/alasan-mk-tolak-pengujian-pasal-alih-status-pegawai-kpk-lt612e5dcc2e0cb/

Subandri, R. (2023). Tinjauan Yuridis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 Tentang Persyaratan Batas Usia Pencalonan Presiden Dan Wakil Presiden. Jaksa : Jurnal Kajian Ilmu Hukum Dan Politik, 2(1), 135–153. https://doi.org/https://doi.org/10.51903/jaksa.v2i1.1512

Tim Penulis Hukumku. (2025). Concurring opinion dalam pengadilan: Apa itu dan bagaimana dampaknya? Hukumku. https://www.hukumku.id/post/concurring-opinion-dalam-pengadilan-apa-itu-dan-bagaimana-dampaknya

Zulqarnain, C. D. M., Zamri, N. S., & Mahardika, R. (2023). Analisis Pelanggaran Kode Etik dalam Kasus Pemberhentian Ketua MK Anwar Usman Terkait Putusan Batas Usia Capres dan Cawapres Pada Pemilu 2024. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 1(2), 85–94. https://doi.org/https://doi.org/10.572349/kultura.v1i2.282