Harmonisasi Ketegasan dan Kesantunan: Analisis Tindak Tutur Direktif Guru Piket dalam Pembinaan Karakter di Madrasah

Main Article Content

Desmimi Eka Putri
Syofiani Syofiani
Ineng Naini

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa sebagai instrumen kontrol sosial sekaligus sarana pembentukan karakter religius dalam penegakan disiplin di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan strategi kesantunan tindak tutur direktif yang digunakan guru piket di MTsN 6 Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan pragmatik. Data berupa 36 tuturan lisan dikumpulkan melalui observasi partisipatif, perekaman spontan, dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan enam bentuk tindak tutur direktif, dengan dominasi perintah dan permintaan yang digunakan secara kontekstual. Fungsi tuturan berfokus pada pengarahan dan peneguran untuk menumbuhkan kepatuhan siswa. Dalam aspek kesantunan, guru cenderung menggunakan strategi kesantunan negatif melalui leksikon “tolong” dan sapaan “Nak” guna menjaga citra diri siswa. Temuan ini menegaskan bahwa disiplin dapat dibangun melalui keseimbangan antara ketegasan dan komunikasi persuasif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Putri, D. E., Syofiani, S., & Naini, I. (2026). Harmonisasi Ketegasan dan Kesantunan: Analisis Tindak Tutur Direktif Guru Piket dalam Pembinaan Karakter di Madrasah. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(3), 2440–2445. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i3.16441
Section
Articles

References

Austin, J. L. (1962). How to do things with words. Oxford University Press.

Azkiya, H., Syofiani, S., & Resmi, R. (2022). Tindak tutur direktif guru dalam proses pembelajaran di SMA Negeri 1 2x11 Kayutanam: Kajian pragmatik. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 12345-12356.

Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge University Press.

Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.

Fitriani, N. (2020). Kesantunan berbahasa dalam interaksi guru dan siswa di madrasah: Perspektif pragmatik Islami. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1), 45-58.

Iswatiningsih, D., dkk. (2023). Strategi komunikasi persuasif guru dalam pembentukan karakter disiplin siswa. Jurnal Edukasi, 11(2), 210-225.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan efektivitas pembinaan karakter di Madrasah Tsanawiyah. Direktorat KSKK Madrasah.

Larasati, A., dkk. (2022). Analisis tindak tutur imperatif guru dalam penegakan tata tertib sekolah. Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(3), 88-102.

Leech, G. N. (1983). Principles of pragmatics. Longman.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Putri, D. E. (2026). Tindak tutur direktif guru piket dalam proses pembinaan kedisiplinan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Kota Padang: Kajian pragmatik [Tesis tidak diterbitkan]. Universitas Bung Hatta.

Rahardi, R. K. (2005). Pragmatik: Kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Erlangga.

Resmi, R., Naini, I., & Marsis, M. (2022). Kesantunan berbahasa guru dalam interaksi pembelajaran di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 9(1), 112-124.

Searle, J. R. (1979). Expression and meaning: Studies in the theory of speech acts. Cambridge University Press.

Simamora, R., dkk. (2024). Pola komunikasi instruksional guru di lingkungan sekolah berbasis religi. Jurnal Komunikasi Pendidikan, 18(1), 15-29.

Syofiani, S. (2024). Pendidikan karakter melalui pendekatan kebahasaan di era transformatif. Bung Hatta University Press.

Yule, G. (2006). Pragmatics. Oxford University Press.