Hubungan Antara Kepribadian Narsistik dengan Perilaku Prososial dalam Berdonasi pada Dewasa Awal di Kota Makassar

Main Article Content

Nurul Apriliana Herli Andi Pabottingi
Faradillah Firdaus
Tri Sulastri

Abstract

Perilaku prososial adalah tindakan sukarela yang ditujukan untuk memberi manfaat atau bantuan kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Sementara, kepribadian narsistik mengacu pada pola kepribadian yang ditandai dengan rasa superioritas, kebutuhan akan pengakuan, serta kurangnya empati terhadap orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepribadian narsistik dengan perilaku prososial dalam berdonasi pada dewasa awal di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan partisipan sebanyak 208 orang berusia 20–40 tahun yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman Rank, diketahui bahwa dimensi yaitu altruistic, compliant, emotional dan dire menunjukkan hasil tidak signifikan, sehingga keempat hipotesis tersebut ditolak. Sementara itu, dimensi public (r = 0,361; p = 0,000) dan anonymous (r = -0,366; p = 0,000). Hasil ini menunjukkan bahwa dimensi public memiliki hubungan positif, artinya semakin tinggi kecenderungan narsistik individu maka semakin tinggi pula perilaku menolong yang ditampilkan di depan publik. Sebaliknya, dimensi anonymous memiliki hubungan negatif, yang berarti semakin tinggi narsisme maka semakin rendah kecenderungan menolong secara anonim. Penelitian ini menekankan pentingnya kesadaran diri dewasa awal terkait motif menolong, dukungan lingkungan sosial dan pendidikan dalam menumbuhkan perilaku prososial yang lebih tulus.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Pabottingi, N. A. H. A., Firdaus, F., & Sulastri, T. (2026). Hubungan Antara Kepribadian Narsistik dengan Perilaku Prososial dalam Berdonasi pada Dewasa Awal di Kota Makassar. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(4), 978–987. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i4.16725
Section
Articles
Author Biographies

Faradillah Firdaus, Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Dosen Pembimbing 1, Prodi Psikologi

Tri Sulastri, Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Dosen Pembimbing 2. Prodi Psikologi

References

Afolabi, O. A. (2014). Psychosocial Predictors Of Prosocial Behaviour among a Sample of Nigerian Undergraduates. 10(2), 241–266.

Aisyi, F. R. N., & Djamhoer, T. D. (2020). Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perilaku Prososial pada Siswa SMA di Kota Bandung. Prosiding Psikologi, 6(2), 840-846.

Baron,R. A. & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial (10th ed.). Jakarta: Erlangga

Bushman, B. J., & Baumeister, R. F. (1998). Threatened egotism, narcissism, self-esteem, and direct and displaced aggression. Journal of Personality and Social Psychology, 75(1), 219–229.

Carlo, G., & Randall, B. A. (2002). The Development of a Measure of Prosocial Behaviors for Late Adolescents. Journal of Youth and Adolescence, 31(1), 31–44.

Campbell, W. K., & Foster, C. A. (2007). The Narcissistic Self: Background, an Extended Agency Model, and Ongoing Controversies. In C. Sedikides & S. J. Spencer (Eds.), The Self (pp. 115–138). Psychology Press.

Dayakisni, T & Hudaniah. (2006). Psikologi Sosial. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang

Eisenberg, N. & Mussen, P.H., 1989, The Roots of Prosocial Behavior in Children, New York : Cambridge University Press

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: W. W. Norton & Company.

Hanifa, A. (2015). Hubungan kecenderungan kepribadian narsistik dengan perilaku prososial pada remaja akhir (Doctoral dissertation, Universitas Pelita Harapan).

Martha, ainna. 2018. Hubungan Subjective Well-Being Dengan Kecenderungan Narsistik Pengguna Media Sosial instagram. Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Green, B. (2005). Psikologi abnormal (Edisi ke 5 Jilid 1). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Penner, L. A., Dovidio, J. F., Piliavin, J. A., & Schroeder, D. A. (2005). Prosocial behavior: Multilevel perspectives. Annual Review of Psychology, 56, 365-392.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2009). Human development. McGrawHill.

Raskin, R., & Terry, H. (1988). A principal-component analysis of the narcissistic personality inventory and further evidence of its contruct validity. Journal of personality and Social Psychology. 54(5), 890-902.

Santrock, J.W. 1999. Life Span Development, 9th Edition. New York: Graw, Hill Companies.

Sarwono, S.W. & Meinarno, E.A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika

Safitri, R. M. (2011). Hubungan Antara Kepribadian Narsistik dengan Perilaku Konsumtif pada Remaja di Yogyakarta.Jurnal Insight, Vol. 2, No 2. Fakultas Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Susanto,Ahmad.2015.BimbingandanKonselingdiTamanKanak-Kanak.Jakarta:Kencana.

Saidah. (2021). QOF: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir Narsisme dan Implikasinya Terhadap Gangguan Kepribadian Narsistik Perspektif Al Qur’an. Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 5(2), 251–267.

Song, Y., Chen, Q., Ren, P., Ma, J., & Li, C. (2024). I’m More Prosocial than Others: Narcissism Facilitates Prosocial Behavior in Public Situations. Behavioral Sciences, 14(12), 1200.

Utami, E. N. (2020). Teori Belajar Humanistik Dan Implementasinya Dalam Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam,10(4), 571–584

Williams, J. (2016). When social anxiety and narcissism coincide: An exploration of narcissistic social anxiety subgroups.Thesis.Swinburne University of TechnoloMelbourne, Australia.