Hubungan Antara Pola Asuh Yang Bernilai Positif dengan Kemandirian pada Remaja di Kota Makassar

Main Article Content

Aldiyanto Aldiyanto
Asniar Khumas

Abstract

Pengasuhan positif adalah pendekatan pengasuhan yang berfokus pada kasih sayang, saling menghargai, menciptakan hubungan yang hangat antara orang tua dan anak, serta merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak agar mencapai potensi optimalnya. Dalam dimensi pengasuhan positif terdapat tiga elemen inti yang mencakup kehangatan dan perhatian orang tua terhadap pertumbuhan anak, kesiapan orang tua dalam merawat anak dan dukungan untuk memfasilitasi kemandirian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh yang bernilai positif dengan kemandirian pada remaja di kota Makassar dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di kota Makassar, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan non-probility sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 289 responden. Penelitian ini menggunakan skala pola asuh yang bernilai positif dan kemandirian. Hasil korelasi total menggunakan Spearman menunjukkan hasil yang signifikan dan terdapat hubungan positif (r=0,675, p=0,000) yang menjelaskan bahwa semakin tinggi pola asuh yanh bernilai positif maka semakin tinggi kemandirian. Implikasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pola asuh yang bernilai positif berperan penting dalam meningkatkan kemandirian remaja. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi orang tua dan pendidik dalam merancang strategi pengasuhan dan pendampingan remaja yang mendukung perkembangan kemandirian.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Aldiyanto, A., & Khumas, A. (2026). Hubungan Antara Pola Asuh Yang Bernilai Positif dengan Kemandirian pada Remaja di Kota Makassar. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(4), 1015–1023. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i4.16751
Section
Articles