Kontribusi Kearifan Lokal Minahasa Terhadap Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kearifan lokal Minahasa dalam mendukung penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, dan peserta didik di salah satu sekolah dasar yang berada di wilayah Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara. Data penelitian diperoleh melalui kegiatan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui proses pengelompokan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan penerapan triangulasi sebagai upaya menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal Minahasa, seperti mapalus sebagai wujud gotong royong, falsafah si tou timou tumou tou sebagai prinsip saling memanusiakan, serta nilai toleransi, tanggung jawab, kerja keras, dan kepedulian sosial, telah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan kehidupan sekolah. Implementasi nilai-nilai tersebut mampu membentuk karakter peserta didik yang lebih disiplin, peduli terhadap lingkungan sosial, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan baik. Selain itu, penerapan kearifan lokal juga berperan dalam memperkuat identitas budaya peserta didik di tengah pengaruh globalisasi. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Minahasa merupakan pendekatan yang kontekstual dan efektif untuk diterapkan di sekolah dasar
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arends, R. I. (2019). Learning to teach (10th edition). New York: McGraw-Hill Education.
Creswell, J. W. (2018). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods (Edisi ke-5). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Fauzan, M., & Maulida, R. (2024). Sinergitas sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam penguatan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 1–12.
Fullan, M. (2020). Leading in a culture of change. San Francisco: Jossey-Bass.
Hidayat, R., & Nafisah, D. (2022). Pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber belajar dalam pendidikan karakter di sekolah dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 28(2), 134–142.
Kemendikbudristek. (2021). Penguatan pendidikan karakter pada pendidikan dasar. Jaikartai: iKementerian iPendidikani, iKebudayaani, iRiseti, idan iTeknologi.
Kemendikbudristeki. (2022). Panduan iimplementasi iiKurikulum iMerdekai. iJakartai: iKementerian iPendidikani, iKebudayaani, iRiseti, idan iTeknologii.
Kvale, iS., & Brinkmanni, S. (2020). iInterviews: Learning ithe icraft iof iqualitative iresearch iiinterviewing i (i3rd edition). Thousand iOaks, iCA: Sage iPublicationsi.
Lickonai, T. (2018). Educating iifor icharacter: iiHow ischools ican iteach irespect iand iresponsibilityi. iNew iYorki: iiBantam iBooks.
Milesi, M. Bi., Hubermani, A. M., & Saldañai, J. (2020). iQualitative idata ianalysisi: iA imethods isourcebook i (4th edition). iThousand iOaks, CA: iSage iPublications.
Pratiwi, N. (2022). Dampak penggunaan gawai terhadap perkembangan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2), 85–95.
Pratiwi, S., & Hamzah, A. (2023). Tantangan iguru idalam imengintegrasikan ikearifan ilokal ike idalam ipembelajaran isekolah idasari. iJurnal iPendidikan iDasar, 14(1), 45–54.
Putra, A., & Handayani, S. (2021). Peran strategis sekolah dalam pelestarian budaya lokal di era globalisasi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 101–109.
Putri, A., & Lestari, D. (2022). Pendidikan karakter di era digital: Peluang dan tantangan. Jurnal Inovasi Pendidikan, 9(1), 22–31.
Rahmawati, I. (2021). Pembelajaran berbasis budaya lokal dalam penguatan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 5(2), 66–75.
Rahmawati, I., & Kurniawan, D. (2023). Impleimentasi iipendidikan iikarakter idi iiisekolah idasariii: iiSebuah iistudi iideskriptifii. iiJurnal iiPendidikan iiKarakter, 13(1), 55–64.
Rambi, Y., & Lumingkewas, F. (2022). Falsafah Si Tou Timou Tumou Tou dalam pembentukan karakter generasi muda Minahasa. Jurnal Sosial Budaya, 17(2), 98–108.
Sari, N., & Nugroho, A. (2022). Globalisasi dan tantangan pelestarian kearifan lokal pada generasi muda. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 4(1), 33–41.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sulasmono, B. S. (2021). Pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Salatiga: Satya Wacana University Press.
Suryani, N., & Iskandar, D. (2020). Kompetensi iguru idalam ipenguatan ipendidikan ikarakter idi isekolah idasari. iJurnal iPendidikan iGuru, 7(2), 114–122.
Suyanto, & Jihad, A. (2021). Pendidikan karakter: Teori dan implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Toufan, R., & Kawengian, C. (2023). Toleransi dalam budaya Minahasa sebagai modal sosial masyarakat multikultural. Jurnal Sosiologi Humaniora, 11(1), 19–29.
Wenas, J., & Sondakh, T. (2021). Mapalus sebagai sistem gotong royong masyarakat Minahasa. Jurnal Antropologi Indonesia, 42(1), 55–66.
Wibowo, A. (2020). Pendidikan iikarakter di isekolahi: iiKonsep idan iimplementasii. iYogyakartai: iPustaka iPelajar.
Wuryandani, W. (2021). Stratiegi ipendidikan ikarakter iberbasis ipembiasaan idan iketeladanan idi isekolah idasari. iJurnal iPendidikan iDasari, 12(2), 89–98.
Zubaedi. (2019). Desain pendidikan karakter. Jakarta: Kencana.