Konsideran dalam Mempersembahkan Pertunjukan Budaya oleh Desa-Desa di Boyolali dalam Rangkaian Acara Kirab Malam Satu Suro

Main Article Content

Sri Handayani
Moh Mahbub

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pertimbangan yang mendasari keputusan desa-desa di Kabupaten Boyolali dalam menentukan bentuk pertunjukan budaya pada peristiwa Kirab Malam Satu Suro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi pada beberapa desa yang terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, dengan validitas data dijaga melalui teknik triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima pertimbangan utama yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan budaya, yaitu pertimbangan historis, sosial, spiritual, ekonomi, dan kultural-politik. Pertimbangan historis tercermin dalam upaya pelestarian kesenian tradisional sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sementara pertimbangan sosial terlihat dalam semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat. Pertimbangan spiritual tampak dalam praktik ritual sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan transendental. Adapun pertimbangan ekonomi dan kultural-politik menunjukkan bahwa pertunjukan budaya juga berfungsi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi serta media diplomasi budaya antara masyarakat dan pemerintah desa. Temuan ini menegaskan bahwa pertunjukan budaya dalam Kirab Malam Satu Suro tidak hanya berfungsi sebagai hiburan atau ritual tradisional, tetapi juga sebagai medium pelestarian nilai, penguatan identitas, serta pengembangan sosial ekonomi berbasis budaya lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Handayani, S., & Mahbub, M. (2026). Konsideran dalam Mempersembahkan Pertunjukan Budaya oleh Desa-Desa di Boyolali dalam Rangkaian Acara Kirab Malam Satu Suro. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(3), 2622–2630. Retrieved from https://al-haramjournal.co.id/J-CEKI/article/view/16847
Section
Articles

References

Afriadi, P. (2022). Fungsi dan multikulturalisme dalam seni. Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 15(2), 207–218.

Amal, B. K. ., Supsiolani., Samosir, S. L., & Moktar, M. R. (2024). Revisiting the Cultural Identity of Nyadran in the. Al-QalamJurnal Penelitian Agama Dan Sosial Budaya, 30(1), 89–98.

Clifford Geertz. (1976). The Religion of Java. University of Chicago Press.

John W. Creswell. (2018). Qualitative Inquiry And Research Design : Choosing Among Five Traditions (pp. 1–30).

Lexy J.Moleong. (2019). metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2020). metodologi penelitian kualitatif,kuantitatif dan R&D (pp. xx, 444). Al Fabeta CV.

Widyastitieningrum, S. R., & Herdiani, E. (2023). Pelestarian Budaya Jawa: Inovasi dalam Bentuk Pertunjukan Wayang Orang Sriwedari. Panggung, 33(1), 58–71. https://doi.org/10.26742/panggung.v33i1.1752

Yulian, D., & Lubis, E. (2022). Makna Tradisi Suroan Dalam Melestarikan Nilai Kearifan Lokal Pada Masyarakat Suku Jawa Di Desa Trikoyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan (JUPANK), 2(2), 122–128. https://doi.org/10.36085/jupank.v2i2.3681