Rasionalisasi Cinta dan Pergeseran Makna Pernikahan pada Generasi Z di Kota Bandung

Main Article Content

Riska Meliyana
Siti Halizah
Sri Damayanti

Abstract

Fenomena pernikahan sebagai institusi sosial mengalami perubahan signifikan pada Generasi Z, khususnya di wilayah urban seperti Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasionalisasi cinta dan pergeseran makna pernikahan pada Generasi Z dalam konteks perkembangan digital dan globalisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif, melalui wawancara mendalam terhadap lima informan berusia 18–25 tahun yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z tidak lagi memandang pernikahan sebagai kewajiban sosial, melainkan sebagai pilihan rasional yang didasarkan pada kesiapan finansial, kematangan emosional, dan stabilitas karier. Temuan ini sejalan dengan konsep rasionalisasi Max Weber, di mana tindakan sosial semakin berorientasi pada pertimbangan logis dan efisiensi. Selain itu, pergeseran makna pernikahan juga dapat dijelaskan melalui teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann, yang menekankan bahwa realitas sosial dibentuk melalui proses interaksi dan internalisasi nilai. Media sosial turut memperkuat konstruksi ini dengan menghadirkan narasi negatif terkait pernikahan, seperti konflik dan perceraian, yang memunculkan kecemasan dan kecenderungan menunda pernikahan. Dengan demikian, makna pernikahan pada Generasi Z bersifat dinamis, individualistik, dan kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Meliyana, R., Halizah, S., & Damayanti, S. (2026). Rasionalisasi Cinta dan Pergeseran Makna Pernikahan pada Generasi Z di Kota Bandung. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(4), 810–816. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i4.16929
Section
Articles

References

Adhani, A. F., & Aripudin, A. (2024). Perspektif Generasi Z di Platform X Terhadap PenurunanAngka Pernikahan di Indonesia. J-KIs: Jurnal Komunikasi Islam, 5(1), 185–198. https://doi.org/https://doi.org/10.53429/j-kis.v5i1.1001

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. (2023). Nikah dan Cerai Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, 2023. https://jabar.bps.go.id/id/statistics-table?subject529

Farozi, A., Salim, L., & Reza, F. A. (2025). Implications of Social Structure and Family Function in Early Marriage: A Structural Functionalism Perspective in Tanjung Harapan Village, Tanjung Raya, Mesuji. Jurnal Analisa Sosiologi, 14(3), 511–530. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/jas.v14i3.104608

Ghofi, R. M., Achdiani, Y., & Fatimah, S. N. (2025). Perubahan Nilai Perkawinan di Kalangan Generasi Z. Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial, 11(8), 401–410.

Indriyanti, S., Wulandari, D. A., Wibowo, U. D. A., & Noveni, N. A. (2024). Makna Pernikahan Berdasarkan Sudut Pandang Generasi Z di Kabupaten Cilacap. Jurnal Empati, 13(4), 369–374. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/empati.2024.46520

Ismail, M., Dedu, N., Singgima, M., Jumadil, T., & Harold, R. (2025). Sosiologi Agama dari Sudut Pandang Max Weber: Rasionalisasi, Etika, dan Solidaritas Sosial dalam Kehidupan Keagamaan Modern. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 6778–6784. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.4575

Mariska, R. N., & Sumardjijati. (2025). Pengaruh Terpaan Konten “Marriage Is Scary” terhadap Sikap Generasi Z Mengenai Pernikahan. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 8(8), 9648–9652. https://doi.org/https://doi.org/10.54371/jiip.v8i8.8961

Nasri, W. O. L. A., & Oktavia, M. (2025). “Marriage is Scary” dan Kesiapan Nikah Generasi Z: Urgensi Konseling Pra Nikah. TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(1), 26–37. https://doi.org/https://doi.org/10.26539/teraputik.913895

Rafliyanto. (2025). Menimbang Moralitas dan Rasionalitas: Studi Kritis Fenomena Tren Nikah Muda dan Penundaan Perkawinan melalui Perspektif Maqāṣid al-Syari‘ah dan Teori Tindakan Sosial Max Weber. JRH: Jurnal Restorasi Hukum, 8(1), 134–166. https://doi.org/https://doi.org/10.54371/jiip.v8i8.8961

Rahmawati, D. (2025). Konstruksi Makna Pernikahan pada Kalangan Muslim Gen Z di Media Sosial: Studi Kasus Penonton Konten “Marriage is Scary” di TikTok. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, Dan Ilmu-Ilmu Sosial, 9(1), 82–94. https://doi.org/https://doi.org/10.30743/mkd.v9i1.10405

Razania, S. N., & Muhtadin, S. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadp Penurunan Minat Menikah di Kalangan Generasi Muda (Studi Kasus Pengguna Aplikasi Media Sosial TikTok). HUJJAH: Jurnal Ilmiah Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 9(1), 123–136. https://doi.org/https://doi.org/10.52802/hjh.v9i1.1689

Rossanti, F., Nuril Azhar, I., Putra W, Y. V., Apriliani, B., Mahfud, A., Konseling, B., Pendidikan, I., & Psikologi, D. (2024). Isu-Isu Pernikahan Dalam Perspektif Gen Z. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(10), 127–133. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.13959285

Rozi, F. (2024). Dimensi-dimensi Sosiologis Fenomena Pernikahan dan Perceraian di Indonesia. Jurnal Riset Indragiri, 3(1), 81–92.

Yuniarsih, K., & Sumedi. (2024). Weber’s Social Action Analysis on the Phenomenon of Millennial Generation Marriage Postpone in Al-Quran Perspective. Jurnal DinamikA, 5(2), 124–144. https://doi.org/https://doi.org/10.18326/dinamika.v5i2.124-144