Integrasi Budaya Lokal dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 5 Cilegon

Main Article Content

Hoiru Mustofa
Rizki Setiawan
Wahid Abdul Kudus

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sosiologi di SMAN 5 Cilegon. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pembelajaran sosiologi diwujudkan melalui pemanfaatan fenomena dan contoh sosial budaya lokal sebagai materi pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan latar budaya siswa, serta internalisasi budaya dalam praktik keseharian, seperti penggunaan bahasa daerah dan penanaman nilai gotong royong. Integrasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai strategi pedagogis untuk mengontekstualisasikan materi sosiologi, tetapi juga berperan dalam memperkuat identitas kultural, membangun kepekaan sosial, dan mengembangkan kemampuan reflektif siswa dalam memahami realitas sosial di lingkungan sekitarnya. Implementasi budaya lokal dalam pembelajaran turut dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis guru, dukungan kebijakan sekolah, serta iklim akademik yang kondusif terhadap inovasi pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pengintegrasian budaya lokal dapat menjadikan pembelajaran sosiologi lebih kontekstual sekaligus mendukung pembentukan kesadaran sosial dan identitas budaya siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Mustofa, H., Setiawan, R., & Kudus, W. A. (2026). Integrasi Budaya Lokal dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN 5 Cilegon. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(5), 393–402. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i5.20792
Section
Articles

References

Azhary, L., & Fatimah, S. (2024). The integration of local cultures in English teaching materials in promoting culturally responsive teaching. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16(2), 2045–2056. https://doi.org/10.35445/alishlah.v16i2.4998

Badan Pusat Statistik Kota Cilegon. (2025). Kota Cilegon dalam angka 2025.

Badan Pusat Statistik Kota Cilegon. (2026, March 13). Pertumbuhan ekonomi Kota Cilegon Triwulan IV-2025 [Berita resmi statistik].

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2024). Capaian pembelajaran mata pelajaran Sosiologi Fase E–Fase F untuk SMA/MA/Program Paket C. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Beck, U., & Beck-Gernsheim, E. (2002). Individualization: Institutionalized individualism and its social and political consequences. SAGE Publications.

Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. University of California Press.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Durkheim, E. (1956). Education and sociology (S. D. Fox, Trans.). Free Press.

Faridah, R., Maksum, A., & Nurhasanah, N. (2024). Implementing culturally responsive teaching in Indonesian primary schools: Challenges and opportunities. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran, 12(3), 371–379. https://doi.org/10.26740/jpap.v12n3.p371-379

Gay, G. (2002). Preparing for culturally responsive teaching. Journal of Teacher Education, 53(2), 106–116. https://doi.org/10.1177/0022487102053002003

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022, July 15). Implementasi Kurikulum Merdeka tetap berjalan sesuai rencana [Siaran pers].

Mead, G. H. (1934). Mind, self, and society: From the standpoint of a social behaviorist. University of Chicago Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Muzakkir. (2021). Pendekatan etnopedagogi sebagai media pelestarian kearifan lokal. Jurnal Hurriah: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian, 2(2), 28–39. https://doi.org/10.56806/jh.v2i2.16

Rahmawati, Y., Ridwan, A., Cahyana, U., & Wuryaningsih, T. (2020). The integration of ethnopedagogy in science learning to improve student engagement and cultural awareness. Universal Journal of Educational Research, 8(2), 662–671. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.080239

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301.

Rima, R., Muhyidin, A., Leksono, S. M., & Jamaludin, U. (2024). Exploring culturally responsive teaching practices in English language teaching at high schools in Banten Province: Perceptions, strategies, challenges, and opportunities. EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 2145–2155. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i3.6620

Sandelowski, M. (2000). Whatever happened to qualitative description? Research in Nursing & Health, 23(4), 334–340. https://doi.org/10.1002/1098-240X(200008)23:4%3C334::AID-NUR9%3E3.0.CO;2-G

Shih, Y.-H. (2022). Designing culturally responsive education strategies to cultivate young children’s cultural identities: A case study of the development of a preschool local culture curriculum. Children, 9(12), Article 1789. https://doi.org/10.3390/children9121789

Wirutomo, P. (2022). Imajinasi sosiologi: Pembangunan sosietal. Penerbit Buku Kompas.