Tanggung Jawab PPAT Terhadap Pendaftaran Peralihan Hak Atas Tanah yang Menjadi Objek Sengketa Ditinjau dari PP Nomor 24 Tahun 2016
Main Article Content
Abstract
This study explains the legal consequences of registering the transfer of land rights with a PPAT deed that becomes the object of a dispute and the responsibilities of PPAT in the context of Government Regulation Number 24 of 2016 concerning the Position Regulation of the Land Deed Official. The research is conducted using a normative juridical approach with legislative, conceptual, and case approaches. A qualitative method is used to analyze data descriptively with authority theory, liability theory, and legal certainty theory. Problems arise when the registration of the transfer of land rights is recorded in the land book because the rights become the object of a dispute, resulting in the return of documents by the land office. There is no regulation regarding the responsibility of PPAT for the return of these documents. The legal consequence of registering the transfer of rights that become the object of a dispute is the rejection of the registration by the local land office, preventing registration or changes to land data during the blocking period. PPAT is personally responsible for the execution of their duties and positions in making deeds, as stipulated in Article 55 of the Head of BPN Regulation No. 1 of 2006, which states that "PPAT is personally responsible for the execution of their duties and positions in making each deed." Additionally, PPAT also has administrative and civil responsibilities.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Adjie, H., Indonesia, H. N., & Aditama, R. (2008). Sanksi Perdata dan Administratif Terhadap Notaris Sebagai Pejabat Publik, Bandung: PT. Refika Aditama.
Adolf, H. (2010). Dasar-Dasar Hukum Kontrak Internasional (edisi revisi). Cet. III, PT Refika Aditama, Bandung.
Agustina, R. (2012). Hukum Perikatan (Law of Obligations). Ed. 1. Denpasar: Pustaka Larasan; Jakarta: Universitas Indonesia. Universitas Leiden, Universitas Groningen.
Anonim. (2007). Petunjuk teknis Direktorat Survey dan Potensi Tanah. Deputi Survey, Pengukuran dan Pemetaan BPN RI.
Atmadja, I. G. (1993). Ilmu Hukum dalam Kerta Patrika. Denpasar: Fakultas Hukum Universitas Udayana.
Daliyo, J. B., et al. (2001). Hukum Agraria I (Cetakan ke-5). Prehallindo.
Darusman, Y. M. (2016). Kedudukan notaris sebagai pejabat pembuat akta otentik dan sebagai pejabat pembuat akta tanah. ADIL: Jurnal Hukum, 7(1), 36-56.
Djumadi. (2004). Hukum Perburuhan Perjanjian Kerja. PT Raja Grafindo Persada.
Ekawati, D., Wardhani, D. K., Prastiwi, D. E., Prayitno, S., & Purwanto, A. (2021). Prosedur Peralihan Kepemilikan Hak Atas Tanah di Indonesia. Community Service Journal, 2, 90-101.
Mukti Fajar, N. D., & Achmad, Y. (2010). Dualisme penelitian hukum: normatif & empiris. Pustaka pelajar.
Flora, H. S. (2008). Hubungan Antara Badan Pertanahan Nasional Dengan Pejabat Pembuat Akata Tanah Dalam Proses Pendaftaran Tanah. Jurnal Hukum Pro Justitia, 26(4).Gautama, S. (1981). Tafsir Undang-Undang Pokok Agraria. Alumni.
Harsono, B. (2020). Hukum Agraria Indonesia. Universitas Trisakti.
Harsono, B. (2007). Hukum Agraria Indonesia: Sejarah Pembentukan Undang-Undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaannya. Djambatan.
Hartanto, J. A., & Thamrin, H. (2014). Hukum pertanahan: Karakteristik jual beli tanah yang belum terdaftar hak atas tanahnya. LaksBang Justitia.
Huda, C. (2011). Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan menuju kepada Tiada Pertanggung Jawaban Pidana Tanpa Kesalahan. Kencana.
Ibrahim, J. (2006). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 57(11).
Kartasapoetra, G. (1991). Hukum tanah, jaminan bagi keberhasilan pendayagunaan tanah. Jakarta: PT Rineka Citpa.
Kelsen, H. (2008). Teori Hukum Murni. Nusamedia.
Kusmaryanto, K., & Gunarto, G. (2017). Pendaftaran Akta Jual Beli Yang Melebihi Jangka Waktu Pendaftaran Tanah Di Kantor Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kota Semarang. Jurnal Akta, 4(3), 475-484.
Luthfi, K. (2018). Masyarakat Indonesia dan Tanggung Jawab Moralitas. Guepedia.
Mamminanga, A. (2008). Pelaksanaan Kewenangan Majelis Pengawas Notaris Daerah dalam Pelaksanaan Tugas Jabatan Notaris berdasarkan UUJN (Tesis). Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada.
Manthovani, R., & Istiqomah, I. (2021). Pendaftaran tanah di indonesia. Jurnal Magister Ilmu Hukum, 2(2), 23-28.
Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum (Edisi Pertama, Cetakan ke-2). Kencana Prenada Media Group.
Mentari, M., Silviana, A., & Ardani, M. N. (2020). Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara Atau PPATS Terhadap Batas Waktu Pendaftaran Akta Jual Beli Tanah Berdasarkan Pasal 40 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah (Studi Di Kota Depok). Diponegoro Law Journal, 9(2).
Miru, A. (2008). Hukum Perjanjian & Perancangan Perjanjian. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Muhammad, A. (2000). Hukum Acara Perdata Indonesia, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung.
Muljadi, K., & Widjaja, G. (2014). Perikatan yang lahir dari perjanjian (Cetakan ke-6). Rajawali Pers.
Naja, H. D., SH, M., & Kn, M. (2006). Contract Drafting Seri Keterampilan Merancang Kontrak Bisnis. Citra Aditya Bakti.
Hidayah, S. N., Septarina Budiwati, S. H., MH, C., Shalman Al Farizi, S. H., & Kn, M. (2013). Pelaksanaan Pemenuhan Tanggung Jawab PPAT Dalam Pembuatan Akta Jual Beli Tanah Beserta Akibat Hukumnya (Studi di Kantor PPAT Wilayah Kabupaten Sukoharjo) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Fea, D. R. O. (2018). Panduan Mengurus Tanah. Rumah dan Perizinannya. Yogyakarta: Legality.
Parlindungan, A. P. (1986). Komentar Atas Undang-Undang Pokok Agraria. Alumni.
Perangin, E. (1987). Praktek Jual Beli Tanah. Rajawali Pers.
Prajitno, A. (2013). Pengetahuan Praktis Tentang Apa Dan Siapa PPAT. Malang: Selaras.
Prastiwia, D. E., & Suryani, R. (2023). Beleid Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Sebagai Upaya Pembaharuan Hukum Dalam Administrasi Pertanahan Di Indonesia. Jurnal Surya Kencana Satu: Dinamika Masalah Hukum dan Keadilan. Retrieved from http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/sks
Pratama, M. I. C. (2009). Kepastian Hukum dalam Production Sharing Contract. Skripsi. Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia”. Yogyakarta.
Prodjodikoro, W. (1981). Asas-Asas Hukum Perjanjian (The Legal Principles of Agreements). Bandung: PT. Sumur.
Saleh, W. (1977). Hak Anda atas Tanah. Ghalia Indonesia.
Salindeho, J. (1993). Masalah Tanah dalam Pembangunan. Sinar Grafika.
Santoso, U. (2013). Pendaftaran dan Peralihan Hak atas Tanah (Cetakan ke-3). Kencana Prenada Media Group.
Satrio, J. (1999). Hukum Perikatan Perikatan pada umumnya. Alumni.
Setiono. (2004). Rule of Law (Supremasi Hukum). Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret.
Soedjendro, J. K. (2001). Perjanjian Peralihan Hak Atas Tanah Yang Berpotensi Konflik. Kanisius.
Soeroso, R. (2010). Perjanjian Di Bawah Tangan. Sinar Grafika.
Soimin, S. (2004). Status Hak Dan Pembebasan Tanah. Sinar Grafika.
Subekti. (2005). Hukum Perjanjian. Intermasa.
Sugiyono. (2016). Statistika Untuk Penelitian. CV. Alfabeta.
Sutedi, A. (2010). Peralihan Hak Atas Tanah Dan Pendaftarannya (Edisi 1, Cetakan keempat). Sinar Grafika.
Sutedi, A. (2012). Sertifikat Hak Atas Tanah. Sinar Grafika.
Syahmin, A. K. (2006). Hukum Kontrak Internasional. Rajagrafindo Persada.
Syahrani, R. (1999). Rangkuman Intisari Ilmu Hukum. Citra Aditya Bakti.
Thompson, M. P. (2001). Modern Land Law. Oxford University Press.
Widjaja, G. (2014). Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian (Cetakan ke-6). PT Raja Grafindo Persada.
Yuwono, I. D. (2013). Memahami Berbagai Etika Profesi dan Pekerjaan. Pustaka Yustisia.