Program Pemberdayaan Narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto

Main Article Content

Sariany Nababan

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pemberdayaan narapidana melalui kerja sama antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan mitra kerja, mengacu pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 serta perubahan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022. Lapas memainkan peran penting dalam meresosialisasi dan merehabilitasi narapidana agar dapat diterima kembali di masyarakat. Meskipun telah dilakukan berbagai program pelatihan keterampilan dan pembinaan karakter, keterlibatan mitra kerja dalam program pemberdayaan narapidana masih memerlukan perbaikan. Tujuan  penelitian  adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan kerja sama antara Lapas dan mitra kerja dalam pemberdayaan narapidana serta mengidentifikasi model kerja sama yang ideal untuk meningkatkan efektivitas program pembinaan di Lapas Kelas II A Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan narapidana di Lapas Kelas II A Purwokerto telah sesuai dengan UU No. 12 Tahun 1995, dengan fokus pembinaan kepribadian dan kemandirian. Program pemberdayaan bertujuan agar narapidana  berperan aktif dalam pembangunan dan hidup secara wajar sebagai warga negara setelah masa tahanannya selesai. Model kemitraan yang  terjalin antara Lapas dan pihak swasta adalah model mutualistik, di mana masing-masing pihak merasakan manfaat dan saling menunjang dalam mencapai visi, misi, dan tujuan organisasi mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Nababan, S. (2024). Program Pemberdayaan Narapidana pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 3(5), 5495–5505. https://doi.org/10.56799/jceki.v3i5.5289
Section
Articles

References

Ahmad, E. M. (2023). Penerapan Pendidikan Dan Bimbingan Keagamaan Islam Bagi Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas Ii B Yogyakarta (Studi Kasus Oktober-Desember 2022).

Aprilia, S., & Juniarti, U. (2022). Implementasi Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons dalam Upaya Melestarikan Tradisi Islam Melayu Nganggung Dulang di Bangka Belitung. JURNAL DIALOKA: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Dakwah Dan Komunikasi Islam, 1(01), 18–37.

Equatora, M. A. (2018). Efektivitas Pembinaan Kemandirian Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan Yogyakarta. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 7(1), 19–26.

Eryansyah, A. M., & IP, A. M. (2021). Hakikat Sistem Pemasyarakatan Sebagai Upaya Pemulihan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan: Perspektif Hak Asasi Manusia-Jejak Pustaka. Jejak Pustaka.

Farliana, N., Setiaji, K., Murniawaty, I., & Hardianto, H. (2020). Optimalisasi Pemberdayaan Narapidana Lembaga Permasyarakatan Terbuka Melalui Literasi Keuangan. Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4, 11. https://doi.org/10.20956/pa.v4i1.7582.

Febiani, B. (2021). Evaluasi Pembinaan Narapidana Warga Binaan Kelas IIa Wanita di Lembaga Pemasyarakatan Kota Lubuklinggau. PAsira.

Freeman, R. E. (2010). Strategic Management: A Stakeholder Approach. Cambridge University Press.

Gasela, Y., Sujadmi, S., & Febriani, L. (2021). Pemberdayaan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pangkalpinang. Jurnal Sosial Dan Sains, 1(7), 654–661.

Griffiths, C., Dandurand, Y., & Murdoch, D. (2007). The Social Reintegration of Offenders and Crime Prevention. Public Safety and Emergency Preparedness.

Hairina, Y., & Komalasari, S. (2017). Kondisi Psikologis Narapidana Narkotika Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas II Karang Intan, Martapura, Kalimantan Selatan. Jurnal Studia Insania, 5(1), 94–104.

Hanna, M. G., & Robinson, B. (1994). Strategies for Community Empowerment: Direct-action and Transformative Approaches to Social Change Practice. Edwin Mellen Press.

Hiryanto, H. (2017). Pedagogi, Andragogi dan Heutagogi Serta implikasinya dalam pemberdayaan masyarakat. Dinamika Pendidikan, 22(1), 65–71.

Ife, J, F. T. (2018). Community Development: Alternatif Pengembangan Masyarakat Di Era Globalisasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Juhász, E., & Takács-Miklósi, M. (2020). The Role of Education and NGOs in the Reintegration of Inmates in Hungary. International Journal of Bias, Identity and Diversities in Education.

Macionis, J. J., & Gerber, L. M. (2010). Sociology. Pearson Education Canada. https://books.google.co.id/books?id=0LTYngEACAAJ.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook Edition 3. United States of America.

Mitchell, R. K., Agle, B. R., & Wood, D. J. (1997). Toward a Theory of Stakeholder Identification and Salience: Defining the Principle of Who and What Really Counts. Academy of Management Review, 22(4), 853–886.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif edisi revisi.

Muladi. (1990). Proyeksi Hukum Pidana Materiel Indonesia di Masa Datang. Pidato Pengukuhan Guru Besar, Semarang, Tanggal 24.

Notoatmodjo, S. (1992). Pengembangan Sumber Daya Manusia. PT. Rineka Cipta.

Nur, S. (2019). Pemberdayaan Perempuan Untuk Kesetaraan & Meningkatkan Partisipasi Dalam Pembangunan Lingkungan Hidup. AN-NISA: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 10(1), 99–111.

Octaviani, V., Narti, S., & Nurwita, S. (2018). Peningkatan Sumber Daya Masyarakat Desa dalam Binaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 117–124.

Payne, M. (1995). Social Work and Community Care. Bloomsbury Publishing.

Permatasari, M. P., & Setyastrini, P. (2019). Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan ditinjau dari Teori Legitimasi dan Teori Stakeholder. Jurnal Akuntansi Dan Perpajakan, 5(1), 29–43.

Phillips, R. A., Freeman, R. E., & Wicks, A. C. (2007). What Stakeholder Theory is Not. Business Ethics Quarterly.

Purwanto, G. H. (2021). Peran Pembimbing Kemasyarakatan Dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. JUSTITIABLE-Jurnal Hukum, 3(2), 1–9.

Raho, B. (2016). Sosiologi. Penerbit Ledalero.

Sri Handini, M. M., Sukaai, M. M., & MM, H. K. A. (2019). Pemberdayaan Masyarakat desa dalam Pengembangan UMKM di wilayah pesisir. Scopindo Media Pustaka.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuatintatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 15(2010).

Suharto, E. (2016). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat. Bandung: PT Refika Aditama, Cet. IV.

Sunia, U., Edison, Fitri K. (2022). Model Kemitraan Dalam Program Pembinaan Kemandirian

Ritzer, G. (2014). Teori Sosiologi: ari Sosiologi Klasik sampai Perkembangan Terakhir Postmodern, terj. Saut Pasaribu Dkk, Edisi Ke-8, Cet. Ke-2, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sabarisman, M. (2012). “Perubahan Sosial Dalam Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan.” Sosiiokonsepsia 17(1), 252–168.

Soge, M. M., & Sitorus, R. (2022). Kajian Hukum Progresif Terhadap Fungsi Pemasyarakatan Dalam Rancangan Undang-Undang Pemasyarakatan. Legacy: Jurnal Hukum Dan Perundang-Undangan, 2(2), 79–101.

Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tanjungpinang. Journal of Public Administration Studies 1(2), 92-102.

Syawaludin, M. (2014). Alasan Talcott Parsons Tentang Pentingnya Pendidikan Kultur. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 7(2), 87–104.

Taxman, F. S., & Pattavina, A. (2013). Simulation Strategies to Reduce Recidivism. New York.

Turama, A. R. (2020). Formulasi Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons. EUFONI: Journal of Language, Literary and Cultural Studies, 2(1), 58–69.

Van Voorhis, P., & Salisbury, E. (2016). Correctional Counseling and Rehabilitation. Routledge.

Visher, C., Yahner, J., & La Vigne, N. G. (2010). Life After Prison: Tracking the Experiences of Male Prisoners Returning to Chicago, Cleveland, and Houston. Urban Institute Washington, DC.

Wahyu, Golar, & Massiri, S. D. (2019). Analisis Kepentingan Stakeholder dalam Program Pemberdayaan Masyarakat di Hutan Desa Namo Kecamatan Kulawi. ForestSains, 16(2), 105–116.

Waluyo, B. (2023). Sistem Pemasyarakatan di Indonesia. Sinar Grafika.

Wormith, J. S., Althouse, R., Simpson, M., Reitzel, L. R., Fagan, T. J., & Morgan, R. D. (2007). The Rehabilitation and Reintegration of Offenders: The Current Landscape and Some Future Directions for Correctional Psychology. Criminal Justice and Behavior, 34(7), 879–892.