Efektivitas Art Therapy untuk Meningkatkan Regulasi Emosi Remaja yang Agresif Ditinjau dari Kepribadian Big Five Personality pada SMP “X” di Surabaya
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini berfokus pada penilaian dampak terapi seni dalam meningkatkan kontrol emosi pada remaja agresif dan menguji perbedaan peningkatan regulasi emosi berdasarkan Kepribadian Lima Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimen satu kelompok, dengan melakukan pengukuran awal dan pengukuran akhir. Sampel penelitian terdiri dari empat subjek, masing-masing dua individu dengan kepribadian teliti dan dua dengan kecerdasan, dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan skor regulasi emosi dalam kategori sedang hingga sangat tinggi. Instrumen DERQ digunakan dalam proses pengumpulan data, yang kemudian diolah dengan teknik analisis statistik non-parametrik, yaitu uji Wilcoxon Signed Ranks dan Uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian: Hipotesis pertama: Uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan nilai Z = -1,841, p = 0,066 (p<0,05) yang berarti tidak ada perubahan yang signifikan setelah tindakan dilakukan, sehingga Terapi Seni tidak efektif dalam meningkatkan regulasi emosi agresif remaja. Hipotesis kedua: Uji Mann-Whitney U memperoleh p = 0,439, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam peningkatan regulasi emosi antara individu dengan kepribadian teliti dan intelektual setelah diberikan intervensi Terapi Seni.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aiyuda, N. (2019). Art therapy. Journal of Psychology, 3(2).
Akhtar, H., & Azwar, S. (2019). Indonesian adaptation and psychometric properties evaluation of the Big Five Personality Inventory: IPIP-BFM-50. Jurnal Psikologi, 32-45.
Alfianur, dkk. (2020). Kekerasan emosional menyebabkan kenakalan pada remaja. Holistik Jurnal Kesehatan, 14(1), 52-58.
Alfiyah Nahdah Kamilah, & Diana Rahmasari. (2023). Hubungan antara regulasi emosi dengan kebahagiaan pada remaja madya. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 640-656.
Alvina, & Kurnianingrum, W. (2018). Penerapan art therapy untuk meningkatkan self-esteem anak usia middle childhood. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 2(1), 198-204.
Ansori, A. (2020). Kepribadian dan emosi. Jurnal Literasi Pendidikan Nusantara, 1(1), 41-54.
Ari, A., & Nurmina, N. (2019). Kontribusi big five terhadap regulasi diri dalam belajar pada mahasiswa psikologi UNP. Jurnal Riset Psikologi, 000, 1–10. http://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/psi/article/view/6197
Aulia, F. (2019). Art therapy disaster as an effort to handle child trauma after the Lombok earthquake. Journal of Community Service, 16(2), 116-128.
Baiduri, B. N., & Widyorini, E. (2023). Regulasi emosi sebagai mediator antara insecure attachment dan perilaku agresif pada remaja. Jurnal Psikologi, 19(1), 57-66.
Bjureberg, J., Ljotsson, B., Tull, M. T., Hedman, E., Sahlin, H., Lundh, L. G., Bjarehed, J., DiLillo, D., Moore, T. M., Gumpert, C. L., & Gratz, K. L. (2016). Development and validation of a brief version of the difficulties in emotion regulation scale: The DERS-16. Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 38(2), 284-296.
Buss, A. H., & Perry, M. (1992). The Aggression Questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology, 63(3), 452-459.
Carlo, G., Raffaelli, M., Laible, D. J., & Meyer, K. A. (1999). Why are girls less physically aggressive than boys? Personality and parenting mediators of physical aggression. Psychology, Department of Faculty Publications, Department of Psychology, 40, 711–729.
Cohen, B. M., Mills, S. T. R., & Kijak, A. K. (1994). An introduction to the Diagnostic Drawing Series: A standardized tool for diagnostic and clinical use. Art Therapy: Journal of the American Art Therapy Association, 11(2), 105-110.
Dewi, G. A. N. T., & Meiyutariningsih, T. (2021). Efektivitas art therapy sebagai katarsis untuk mengurangi tingkat kecemasan akademik pada remaja. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 6(10).
Ema, A. M. N., & Listiani, W. (2021). Taksonomi intervensi seni kreatif untuk kesehatan mental. Jurnal Panggung, 31(4).
Fauziyyah, S. A., Ifdil, I., & Putri, Y. E. (2020). Art therapy sebagai penyaluran emosi anak. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 5(3), 109-114.
Feist, J., & Feist, G. J. (2010). Theories of personality (6th ed.). McGraw-Hill.
Fernan, R. (2023, April 23). Penjelasan pakar terkait asal emosi negatif. Republika. https://rejogja.republika.co.id/berita/rtjp2q291/penjelasan-pakar-terkait-asal-emosi-negatif
Gratz, K. L., & Roemer, L. (2004). Multidimensional assessment of emotion regulation and dysregulation: Development, factor structure, and initial validation of the difficulties in emotion regulation scale. Journal of Psychopathology and Behavioral Assessment, 26(1), 41-54.
Gross, J. J. (2008). Emotion regulation. In Handbook of emotion regulation. Guilford Press.
Gross, J. J., & Thompson, R. A. (2006). Emotion regulation: Conceptual foundations. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of emotion regulation. Guilford Press.
Haryati, Safitri, A. D., Manullang, K. K. B., Haryanti, R., & Putri, E. T. (2015). Jurnal Psikostudia Universitas Mulawarman, 4(1), 1-16.
Hasanah, F. P., & Agung, I. M. (2022). Perilaku aggressive driving: Apakah berhubungan dengan the Big Five Personality? Jurnal Riset Mahasiswa Psikologi, 1(1).
Hidayati, I., Mulawarman, & Awalya. (2017). Meningkatkan regulasi emosi siswa melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik sosiodrama. Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application, 6(4), 27–34.
Jatmiko, H. T., & Purnamasari, S. E. (2022). Pengaruh teknik music and imagery dalam terapi musik terhadap penurunan stres akademik pada mahasiswa. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Psikologi UMBY, 75(19).
Kahar, M. K., Situmorang, N. Z., & Urbayatun, S. (2022). Regulasi emosi berpengaruh pada perilaku agresif siswa SMA. Psyche 165 Journal, 15(1), 7-12.
Kamilah, A. N. (2023). Hubungan antara regulasi emosi dengan kebahagiaan pada remaja madya. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 640-656.
Kandedes, I. (2020). Kekerasan pada anak di masa pandemi COVID-19. Jurnal Harkat Media Komunikasi Gender, 16(1), 66-76.
Khaeriah, A., Minarni, Saudi, A. N. A. (2023). Perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 3(2), 411–416.
Malchiodi, C. A. (2003). Handbook of art therapy. The Guilford Press.
Mittal, S., Mahapatra, M., & Ansari, S. A. (2022). Effect of art therapy on adolescents’ mental health. Russian Psychological Journal, 19(4), 71–79. https://doi.org/10.21702/rpj.2022.4.4
Naumberg, M. (2004). What is art therapy? In Dynamically oriented art therapy (pp. 1–17).
Nguyen, M. (2016). Art therapy – A review of methodology.
Nisfiannoor, M., & Kartika, Y. (2004). Hubungan antara regulasi emosi dan penerimaan kelompok teman sebaya pada remaja. Jurnal Psikologi, 2(2), 160-179.
Pane, I. A. D., & Sekartini, R. (2023). Kekerasan terhadap remaja serta faktor-faktor yang memengaruhi pada masa pandemi COVID-19. Sari Pediatri, 25(1), 46-53.
Poropat, A. E. (2009). A meta-analysis of the five-factor model of personality and academic performance. Psychological Bulletin, 135(2).
Pramasella, F. (2019). Hubungan antara lima besar tipe sifat kepribadian dengan kesepian pada mahasiswa rantau. Psikoborneo, 7(3), 457-465.
Rahmatin, D. A., Faozi, A., & Lindayani, E. (2024). Korelasi tipe kepribadian (Big Five Personality) dengan sikap caring perawat puskesmas. Jurnal Riset Kesehatan POLTEKKES DEPKES Bandung, 16(1), 299-308.
Ramadhani, N. (2012). Adaptasi bahasa dan budaya inventori Big Five. Jurnal Psikologi, 39(2), 189–207.
Revasika, S., & Robiyanto, O. I. (2021). Pengaruh kepribadian (The Big Five Personality) terhadap reaksi emosi pada mahasiswa saat kegiatan belajar daring. Jurnal Sosial dan Humaniora RASI Universitas Muhammadiyah Bandung, 3(1), 49-58.
Richardson, C. (2015). Expressive arts therapy for traumatized children and adolescents: A four-phase model. Handbook.
Rubiani, A., & Sembiring, S. M. (2018). Perbedaan regulasi emosi pada remaja ditinjau dari faktor usia di Sekolah Yayasan Pendidikan Islam Swasta Amir Hamzah Medan. Jurnal Diversita, 4(2).
Rusmaladewi, I. D. R., Kamala, I., & Anggraini, H. (2020). Regulasi emosi pada mahasiswa selama proses pembelajaran daring di Program Studi PG-PAUD FKIP UPR. Jurnal Pendidikan dan Psikologi Pintar Harati, 16(2), 33-46.
Satgas Remaja IDAI. (2013). Masalah kesehatan mental emosional remaja. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/masalah-kesehatan-mental-emosional-remaja
Serlin, I. A. (2007). Why is art important for psychology? In The arts therapies: Whole person integrative approaches to healthcare.
Sholihah, I. N. (2017). Kajian teoritis penggunaan art therapy dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMK. Proceeding International Conference, 173-182.
Siddiqah, L. (2010). Pencegahan dan penanganan perilaku agresif remaja melalui pengelolaan amarah (anger management). Jurnal Psikologi, 37(1), 50–64.
Suhendriani, N., & Nugroho, S. (2022). Big Five Personality terhadap perilaku phubbing pada siswa SMA. Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP), 2(2).
Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan remaja awal, menengah dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 8(3).
Syahadat. (2013). Pelatihan regulasi emosi untuk menurunkan perilaku agresif pada anak. Yustisi Maharani Humanitas, 10(1), 19-36.
Syahputra, Y., & Afdal. (2022). Pengujian sifat psikometri skala Relational Aggression (RA) versi Indonesia: Rasch measurement tool. Cendrawasih Journal of Counseling and Education, 1(1), 1-9.
Thio, I. C., Tellma, M. T., & Hartati, M. E. (2024). Hubungan trait Big Five Personality dengan regulasi emosi pada guru di Kecamatan Tomohon Tengah. Psikopedia, 5(2).
Thompson, R. A., & Meyer, S. (2007). Socialization of emotion regulation in the family. In J. J. Gross (Ed.), Handbook of emotion regulation (pp. 249–288). Guilford Press.
Ulya, M., dkk. (2021). Pengelolaan dan pengendalian emosi negatif perspektif Al-Quran. Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir, 4(2), 160-184.
Yanizon, A., & Sesriani, V. (2019). Penyebab munculnya perilaku agresif pada remaja KOPASTA. Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 6(1).