Upaya Organisasi NPCI Jember dalam Melakukan Pemberdayaan di Bidang Olahraga bagi Penyandang Disabilitas
Main Article Content
Abstract
Penyandang disabilitas seringkali menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses kegiatan olahraga, baik dari segi fasilitas, pelatihan, maupun dukungan sosial. NPCI (National Paralympic Committee of Indonesia) Jember sebagai salah satu organisasi yang fokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui olahraga, telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi dan prestasi para atlet disabilitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis upaya-upaya yang dilakukan oleh NPCI Jember dalam memberdayakan penyandang disabilitas di bidang olahraga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPCI Jember telah melakukan berbagai program pelatihan, penyediaan fasilitas olahraga yang inklusif, serta kampanye kesadaran masyarakat untuk mendukung atlet disabilitas. Artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi oleh organisasi tersebut serta rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas program pemberdayaan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Darajat, M. (2020). Pemberdayaan Penyandang Disabilitas melalui Olahraga. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 15(2), 45-60.
Depdiknas. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Fadilla, A. R., & Wulandari, P. A. (2023). Literature review analisis data kualitatif: tahap pengumpulan data. Mitita Jurnal Penelitian, 1(3), 34-46.
International Paralympic Committee. (2018). Paralympic Games: History and Development. Diakses dari https://www.paralympic.org
Kemenpora. (2019). Kebijakan Olahraga Nasional untuk Penyandang Disabilitas. Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.
NPCI Jember. (2022). Laporan Tahunan Kegiatan Olahraga untuk Penyandang Disabilitas. Jember: NPCI Jember.
Ritzer, G. (2015). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.
Saufi, F. M. R., Nurkadri, N., Sitopu, G. S., & Habeahan, G. F. (2024). Hubungan olahraga dan kesehatan mental. Cerdas Sifa Pendidikan, 13(1), 1-15.
Setiyaningsih, K., & Yuliani, S. (2022). Community Governance dalam Pemberdayaan Masyarakat Penyandang Disabilitas (Studi pada Komunitas Difabel Blora Mustika (DBM)). Jurnal Mahasiswa Wacana Publik, 2(2), 332-346.
Smith, J. (2017). Disability Sport: A Comprehensive Review. Journal of Sport and Social Issues, 41(3), 221-240.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Teguh, M. T. S., Wulan, T. N., & Juansah, D. E. (2023). Teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif pada metode penelitian. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(3), 5962-5974.
WHO. (2011). World Report on Disability. Geneva: World Health Organization.