Makna Ornamen Tapak Dara pada Candi Dermo di Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo

Main Article Content

Dita Armah Zuria
I Wayan Arsana

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai warisan budaya, baik yang tidak berwujud maupun yang berwujud. Kebudayaan nonmaterial merupakan kebudayaan yang diwariskan dari generasi sebelumnya yang bersifat abstrak. Kebudayaan material merupakan kebudayaan yang mengacu pada hasil karya yang dihasilkan dalam masyarakat. Kebudayaan objek dapat berupa wayang, batik, dan candi. Candi merupakan bangunan yang bernilai sejarah tinggi karena setiap ornamen di dalamnya mengandung cerita berharga yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna Ornamen Tapak Dara di Candi Dermo Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. Ornamen candi bukan sekedar hiasan, melainkan simbol yang sarat makna dan mencerminkan nilai, kepercayaan, serta kehidupan sosial budaya masyarakat pada masa itu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen atau lambang Tapak Dara berupa lambang positif (+). Ornamen atau lambang Tapak Dara terdiri dari garis-garis vertikal dan horizontal serta memiliki makna simbolik yang dalam, mencerminkan keseimbangan, dan hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Tuhan. Ornamen Tapak Dara juga memiliki nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai dalam ornamen ini erat kaitannya dengan kehidupan di masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Dita Armah Zuria, & I Wayan Arsana. (2025). Makna Ornamen Tapak Dara pada Candi Dermo di Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo. J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah, 4(4), 763–771. https://doi.org/10.56799/jceki.v4i4.8823
Section
Articles

References

Aji, N. J., & Wirasanti, N. (2024). Peran Masyarakat Dalam Pelestarian Nilai-Nilai Warisan Budaya Candi Sawentar Kabupaten Blitar. Jambura History and Culture Journal, 6(1), 40-56. https://doi.org/10.37905/jhcj.v6i1.22728

Alam, B. P. (2020). Pilihan material bangunan pada candi. Human Narratives, 2(1), 33-38. https://doi.org/10.30998/hn.v2i1.579

Angelica, R. A., Fahreza, M. R., Fikri, M. A., Prayuda, F. D., & Syamsiah, S. (2024). Eksplorasi Sejarah dan Arsitektur Candi Kembar Batu: Kajian Arkeologi dan Nilai Budaya. AKSIOMA: Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi, 1(12), 1298-1311. https://doi.org/10.62335/18t3ss52

Antara, M., & Yogantari, M. V. (2018). Keragaman budaya Indonesia sumber inspirasi inovasi industri kreatif. In SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi) (Vol. 1, hlm. 292-301). https://eprosiding.idbbali.ac.id/index.php/senada/article/view/68

Arianto, B. (2024). Triangulasi Metoda Penelitian Kualitatif. Borneo Novelty Publishing.

Arifin, Y. (2024). Sejarah Ringkas Kerajaan Kediri: Sejarah Peradaban Leluhur Nusantara. Diva Press.

Farobi, Z. (2019). Sejarah Wali Songo. Anak Hebat Indonesia.

Fitria, I. H. A., & Aryanto, H. (2023). Penerapan Ornamen Dan Struktur Candi Dermo Pada Perancangan Rupa Huruf Eksperimental. BARIK-Jurnal S1 Desain Komunikasi Visual, 4(3), 29-42. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JDKV/article/view/50829

Halim, E. A. (2022). Kajian ragam hias pada rumah adat karo ditinjau dari etnomatematika. Jurnal arsitektur zonasi, 5(2), 274-280. https://doi.org/10.17509/jaz.v5i2.44255

Hidayat, S. R., Sunarmi, S., & Setiyono, B. (2025). Analisis Struktur Visual Ragam Hias Batik Abstrakan. Jurnal Penelitian Inovatif, 5(1), 615-624. https://doi.org/10.54082/jupin.1280

Kristiawan, A. P. (2021). Pengembangan Wisata Berbasis Cagar Budaya di Kompleks Percandian Penataran Kabupaten Blitar. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 3(2), 67-76. https://doi.org/10.37253/altasia.v2i2.4964

Lail, L. M. A., & Sugiarto, E. (2020). Dekorasi Ornamen pada Gerabah: Studi Kasus di Bahari Art Kabupaten Kebumen. Eduarts: Jurnal Pendidikan Seni, 9(2), 60-69. https://doi.org/10.15294/eduarts.v9i2.38518

Lestari, B. B., & Widyatama, P. R. (2024). Dimensions of Community Religious Tolerance in Bejijong Village, Trowulan District, Mojokerto Regency. Journal of International Multidisciplinary Research, 2(6), 9-16. https://journal.banjaresepacific.com/index.php/jimr/article/view/537

Mustakim, A. F., & Alrianingrum, S. (2020). Fungsi Miniatur Candi Zaman Klasik Muda Masa Kerajaan Singasari. Avatara, 9(1), 1-16. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/34407

Pugu, M. R., Riyanto, S., & Haryadi, R. N. (2024). Metodologi Penelitian; Konsep, Strategi, dan Aplikasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Ramadhiyani, A. N., & Mariana, N. (2022). Eksplorasi Candi Dermo Sidoarjo Sebagai Pembelajaran Geometri Di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(9), 1893-1907. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/49444

Sari, W. F. (2021). Potensi Objek Wisata Edukasi Candi Dermo sebagai Sumber Belajar di Kabupaten Sidoarjo (Skripsi, STKIP PGRI Sidoarjo).

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta.

Suhadak, A., Arimbawa, A. A. G. R., & Sidyawati, L. (2022). Cerita pada ornamen medalion di relief candi Penataran sebagai ide penciptaan batik lukis. Imaji, 20(2), 157–171. https://doi.org/10.21831/imaji.v20i2.51492

Suharyoso, K. (2021). Peningkatan kemampuan menggambar ragam hias geometris dengan kertas lipsi. Jurnal Dimensi DKV: Seni Rupa dan Desain, 6(1), 105-121. https://doi.org/10.25105/jdd.v6i1.9136

Syahariya, A. A. (2024). Cahaya Islam Dalam Arsitektur. Relinesia: Jurnal Kajian Agama Dan Multikulturalisme Indonesia, 3(6), 9-18. https://jurnal.researchideas.org/index.php/relinesia/article/view/2

Wasngadiredja, P. F., Wibowo, D. P., & Yuliani, M. (2023). Pelestarian seni budaya wayang golek sebagai implementasi sila ke-2 Pancasila. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP), 6(4), 471-481. https://doi.org/10.31004/jrpp.v6i4.20097

Wekke, I. S. (2019). Metode penelitian sosial. Yogyakarta: Gawe Buku.

Worosetyaningsih, T. (2019). Kehidupan masyarakat pada masa praaksara, masa Hindu Budha, dan masa Islam. Myria Publisher.