Penerapan Metode Storytelling untuk Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Anak Tunagrahita di SKh Negeri 01 Kota Cilegon
Main Article Content
Abstract
Metode ini merupakan salah satu cara untuk menjalankan program bina diri anak. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan bina diri anak tunagrahita di SKh Negeri 01 Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research dengan desain A-B-A. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari anak-anak kelas 1 SDKh Negeri 01 Kota Cilegon. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 anak tunagrahita dengan kriteria belum bisa melakukan bina diri menyikat gigi. Teknik pengumpulan data berupa tes dan observasi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak mampu merawat gigi dengan cara menyikat gigi. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang lebih baik terhadap kemampuan bina diri anak jika dibandingkan dengan kemampuan awal anak sebelum diberikan intervensi menggunakan metode storytelling menggunakan media buku cerita bergambar.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Asfandiyar, Andi.Yudha. (2007). Cara Pintar Mendongeng, Jakarta: Mizan.
Sunanto, Juang, Takeuchi, Koji dan Nakata, Hideo. (2005). Pengantar Penelitian Dengan Subjek Tunggal. Jepang: CRICED University Of Tsukuba.
James, K. P. (2016). Single-subject research method: The needed simplification. British Journal of Education, 4(6), 68–95.
Gast, D. L., & Ledford, J. R. (2014). Single subject research methodology in behavioral sciences. Routledge.
Garnida, Dadang. (2015). Pengantar Pendidikan Inklusif.Bandung:PT Radika Aditama
Narulita, R. Taboer, Mohammad Arif, Jaya, Indra., 2021). Pengembangan Media Puzzle Berseri Untuk Membantu Meningkatkan Kemampuan Menggosok Gigi Pada Anak Autis Kelas Dasar. Jurnal pendidikan khusus, Vol.5 (1). 24