Kritik Sosial dalam Buku Kumpulan Puisi “Nyanyian Akar Rumput” Karya Wiji Thukul
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengeksplorasi kritik sosial dalam kumpulan puisi "Nyanyian Akar Rumput" karya Wiji Thukul, yang ditulis pada era 1980-an hingga 1990-an. Melalui pendekatan sosiologi sastra, penelitian ini bertujuan untuk memetakan bentuk-bentuk kritik sosial yang dihadirkan dalam puisi-puisi tersebut, termasuk kritik terhadap struktur kekuasaan, kondisi ekonomi, dan dinamika politik. Menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis enam puisi yang dipilih dari dalam buku tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi-puisi Thukul secara konsisten mengangkat tema kesenjangan kelas sosial, ketidakadilan politik, dan ketimpangan ekonomi. Karya-karya ini tidak hanya berfungsi sebagai dokumen sosial yang berharga dalam memahami kondisi masyarakat Indonesia pada masa Orde Baru, tetapi juga sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan. Nasib Thukul yang menghilang pada tahun 1998 dan diyakini menjadi korban penghilangan paksa oleh rezim Orde Baru menegaskan dampak dan ancaman dari kritik-kritiknya. Melalui puisi-puisinya, Thukul menyuarakan harapan akan perubahan sosial yang lebih adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada studi sosiologi sastra dan sejarah sosial-politik Indonesia, serta memberikan perspektif baru dalam memahami hubungan antara latar belakang sosial, karya sastra, dan aktivisme.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aminuddin. (1990). Pengembangan penelitian kualitatif dalam bidang bahasa dan sastra. Malang: HISKI & Yayasan Asah Asih Asuh.
Anderson, B. (1990). Language and power: Exploring political cultures in Indonesia. Cornell University Press.
Damono, S. D. (2002). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Jakarta: Pusat Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Damsar. (2015). Pengantar teori sosiologi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Endraswara, S. (2011). Metode penelitian sosiologi sastra. Yogyakarta: CAPS.
Waluyo, H. J. (1987). Teori dan apresiasi puisi. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Historia. (2018, January 26). Wiji Thukul: Penyair yang hilang. Retrieved from https://historia.id/kultur/articles/wiji-thukul-penyair-yang-hilang
Idal, I. (2017). Kritik sosial dalam puisi-puisi karya Taufiq Ismail (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).
Moleong, L. J. (2014). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurhasanah, D. (2015). Strukturalisme genetik Lucien Goldmann dalam novel orang-orang proyek karya Ahmad Tohari. Humaniora, 6(1), 135-146.
Pradopo, R. D. (2009). Pengkajian puisi: Analisis strata norma dan analisis struktur dan semiotik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Pratikno. (1998). Orde baru dan prospek demokratisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2(2).
Said, E. (1993). Culture and imperialism. Knopf.
Selian, D. L., & Melina, C. (2018). Kebebasan berekspresi di era demokrasi: Catatan penegakan hak asasi manusia. Lex Scientia Law Review, 2(2), 189-198.
Siswantoro. (2014). Metode penelitian sastra (Analisis struktur puisi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Subroto. (1992). Penelitian kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
TEMPO. (2013). Edisi khusus: Tragedi Mei 1998-2013. Teka-teki Wiji Thukul. PT. Tempo Inti Media.
Zakarias, V. C., Athira, S., & Azmin, G. G. (2021). Kritik sosial dalam puisi Dari Catatan Seorang Demonstran (Taufiq Ismail) dan puisi Sikap (Wiji Thukul). Seulas Pinang, Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 3(2), 18-24.