Konservasi Preventif Atas Paham Radikalisme Pada Siswa SMK Negeri 1 Gorontalo
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan upaya konservasi preventif atas paham radikalisme pada siswa SMKn 1 Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif, pendekatan deskriptif untuk menggambarkan strategi yang diterapkan oleh guru-guru dan pihak terkait dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan siswa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Wakasek Kesiswaan, guru PPKn, guru Bimbingan Konseling (BK), serta siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pencegahan paham radikalisme di SMKn 1 Gorontalo dilakukan melalui pendekatan pedagogis yang terintegrasi dalam tiga dimensi utama: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam dimensi kognitif, guru PPKn secara aktif mengintegrasikan nilai-nilai kebhinekaan dan prinsip-prinsip Pancasila dalam setiap aktivitas pembelajaran, yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap pentingnya demokrasi, toleransi, dan pluralisme. Pendekatan berbasis diskusi, studi kasus, dan problem-based learning terbukti efektif dalam membentuk daya nalar kritis siswa terhadap narasi intoleransi yang berkembang di media sosial. Di dimensi afektif, kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada moralitas dan kebhinekaan, seperti pramuka dan pentas seni budaya, berperan penting dalam membangun rasa empati dan solidaritas antar siswa dengan latar belakang yang berbeda. Dimensi psikomotorik menekankan pentingnya interaksi yang lebih personal dan humanistik antara siswa dan guru, terutama melalui konseling dan pendekatan yang mendalam terhadap perilaku menyimpang.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa upaya preventif atas paham radikalisme harus bersifat terstruktur dan melibatkan kolaborasi lintas disiplin untuk menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, yang mampu membentuk karakter siswa yang toleran dan menghindari paparan paham radikaslime.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abu Rokhmad. (2012). Radikalisme Islam Dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 100.
Amin, H. A. (2020). Wajah Baru Terorisme. Gramedia.
Bloom, M. (2016). Constructing Expertise: Terrorist Recruitment And “Talent Spotting” In The Pira, Al Qaeda, And Isis. Studies In Conflict And Terrorism. Https://Doi.Org/Https://Doi.Org/10.1080/1057610x.2016.1237219
Cantika, D., D, M. F., Asra3, Y. K., & Diniaty, A. (2024). Mengintegrasikan Pendekatan Humanistik Dalam Konseling Sekolah Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Siswa. Jurnal Kajian Ilmu Psikologi, 8(12), 57–67.
Fahmi, M., Alfiyah, H. Y., Prasetia, S. A., & Adienk, F. M. S. (2021). Menyandingkan Pendidikan Pembebasan Paulo Freire Dengan Pendidikan Islam. Jurnal Tarbawi Stai Al Fithrah |. Https://Doi.Org/10.2207/Jjws.91.328
Kusumastuti, A., & Khoiron, A. M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Lembaga Pendidikan Sukarno Pressindo (Lpsp).
Loveita, L. (2017). Radikalisme Agama Di Indonesia: Urgensi Negara Hadir Dan Kebijakan Publik Yang Efektif. Infid.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode Metode Baru.
Muchith, M. S. (2016). Radikalisme Dalam Dunia Pendidikan. Addin, 10(1), 163. Https://Doi.Org/10.21043/Addin.V10i1.1133
Ngiu, Z., Adjie, Z., & Agim, M. (2023). Penerapan Pendidikan Karakter Kebangsaan Bagi Peserta Didik Di Sekolah Menengah Atas Negeri 5 Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Communnity Development Journal, 4(4), 9160–9165.
Nulwelen, M., Jamil, M., Pardosi, J., Suryaningsi, Asnar, & Wingkolatin. (2024). Manajemen Strategik Kegiatan Ekstrakurikuler Guna Penguatan Nilai Toleransi Beragama Beragama Di Smp Negeri 22 Samarinda. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 1.
Pramudya, J. M. (2022). Peran Guru Dalam Mencegah Paham Radikalisme Melalui Pengajaran Nilai-Nilai Toleransi Beragama Di Mts Negeri 4 Jember. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Qodir, Z. (2008). Gerakan Salafi Radikal Dalam Konteks Islam Indonesia: Tinjauan Sejarah. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 3(1), 1.
Rettob, A., & Ali, M. (2024). Perkembangan Moral Dalam Pandangan Lawrence Kohlberg. Jurnal Studi Multidisipliner. Https://Doi.Org/10.22373/Ji.V12i1.19256
Sas, M., Ponnet, K., Reniers, G., & Hardyns, W. (2020). The Role Of Education In The Prevention Of Radicalization And Violent Extremism In Developing Countries. Sustainability (Switzerland), 12(6).
Silber, M. D., & Bhat, A. (2007). Radicalization In The West: The Homegrown Threat. Https://Www.Brennancenter.Org/Sites/Default/Files/Legacy/Justice/20070816.Nypd.Radicalization.In.The.West.Pdf
Wantu, A. W., Hamim, U., Adjie, Z., & Kasuma, R. (2023). Penguatan Pendidikan Karakter Kebangsaan Pada Siswa Di Sma Negeri 1 Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Provinsi Sulawesi Utara. Communnity Development Journal, 4(1), 807–813.
Yunus, A. F. (2017). Radikalisme, Liberalisme Dan Terorisme:Pengaruhnya Terhadap Agama Islam. Jurnal Studi Al-Qur’an; Membangun Tradisi Berfikir Qur’ani, 13(1).