Desain Karakter dalam Perancangan Motion Graphic Penanganan Dini ADHD pada Anak
Main Article Content
Abstract
Minimnya pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, tentang penanganan anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mendorong perlunya media edukasi yang efektif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang desain karakter anak dalam video motion graphic edukatif tentang penanganan dini ADHD, yang mampu menyampaikan informasi secara komunikatif dan mudah diterima. Metode yang digunakan adalah pendekatan mix-method, yaitu kombinasi metode kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan ahli motion graphic dan terapis ADHD, observasi visual terhadap konten edukasi, serta penyebaran kuesioner kepada komunitas orang tua anak ADHD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter dengan gaya flat vector 2D minimalis, warna cerah, dan atribut visual sederhana lebih disukai audiens. Karakter utama dirancang dengan gaya rambut jambul, pakaian kasual dengan simbol "S" sebagai representasi kekuatan dan optimisme, serta pewarnaan yang ramah anak. Validasi desain memperkuat bahwa karakter ini efektif dalam mendukung penyampaian pesan edukasi. Kesimpulannya, pendekatan berbasis riset audiens dan penggunaan ilustrasi sederhana terbukti mampu menghasilkan karakter motion graphic yang komunikatif, mudah dianimasikan, serta relevan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penanganan ADHD pada anak.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Arifin, S. (2023). Apa Itu Motion Graphic? Kegunaan dan Pentingnya Skills Motion Graphic. Gamelab Indonesia. https://www.gamelab.id/news/2426-apa-itu-motion-graphic-kegunaan-dan-pentingnya-skills-motion-graphic
Aroisi, N. S., & Kurniawan, R. A. (2023). Metode Desain Karakter Aaron Blaise dengan Penerapan Antropomorfisme dalam Animasi Lakontara sebagai Upaya Pelestarian Ketoprak. CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication, 4(1), 63–78. https://doi.org/10.33153/citrawira.v4i1.5093
Hakim Nasution, F., Syahran Jailani, M., & Junaidi, R. (2024). Kombinasi (Mixed-Methods) Dalam Praktis Penelitian Ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 251–256. https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/gm
Ikrar. (2018). Karakteristik Karya Ilustrasi Komunitas “Penahitam” Makassar. Pendidikan Seni Rupa Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar, 1–16.
Khairun Nisa, Mambela, S., & Badiah, L. I. (2018). Karakteristik Dan Kebutuhan Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Abadimas Adi Buana, 2(1), 33–40. https://doi.org/10.36456/abadimas.v2.i1.a1632
Maghfirah, R., Apriliyani, Y., Hijriati, & Khaeriyah Syukri, M. (2024). Penanganan Anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (Adhd) Di Kelas Therapy Slb Tncc Banda Aceh. Anakta : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(1), 41–46. https://doi.org/10.35905/anakta.v3i1.9369
Rachmania, A. D., & Widyasari, W. (2023). Animasi Motion Graphic Safety Induction di Wilayah Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur untuk Mencegah Terjadinya Kecelakaan Kerja. Jurnal Nawala Visual, 5(2), 69–76. https://jurnal.idbbali.ac.id/index.php/nawalavisual/article/view/592
Sembiring, E. B. (2022). Media Presentasi Dalam Bentuk Motion Graphic (Studi Kasus: Proses Produksi Detak Kepri Malam Batam Tv). Journal of Applied Multimedia and Networking, 6(2), 71–83. https://doi.org/10.30871/jamn.v6i2.4905
Una, L. M. W., Beku, V. Y., & Soro, V. M. (2023). Pendekatan Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.38048/jpicb.v1i1.2103