Penerapan Patriotisme Dalam Perspektif Hukum (Studi Kasus Pada Sanggar Tari Puspa Dewi Surabaya)
Main Article Content
Abstract
Dalam konteks ilmu hukum, sesuatu yang tidak diketahui harus ditelusuri secara normatif. Dalam tulisan ini berfokus menyelesaikan permasalahan akan makna patriotisme dalam Sanggar Tari Puspa Dewi Surabaya karena dalam praktiknya para penari anak hanya melakukan tarian secara global namun kurang mengetahui makna kebudayaan dalam ilmu hukum. Frasa “kurang mengetahui” yaitu peningkatan akan korelasi tarian dengan ilmu hukum. Metode yang digunakan adalah menggunakan penelitian empiris dengan pengumpulan data berupa wawancara, pelatihan dan pengolahan data lebih lanjut. Penyelesaian masalah pertama yaitu dengan mengadakan permainan ular tangga patriotisme dimana adanya permainan yang menggunakan daftar pertanyaan seputar pemahaman patriotisme. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa penari anak pada Sanggar Tari Puspa Dewi Surabaya merupakan bagian tidak terpisahkan sebagai subjek hukum yang menjunjung tinggi patriotisme dalam tari.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Andruszkiewicz, M. (2022). Law and Literature – New Tendencies Based on the Example of Science Fiction Motifs. Białostockie Studia Prawnicze, 27(4). https://doi.org/10.15290/bsp.2022.27.04.02
Ben Othman, H., Hussainey, K., & Moumen, N. (2024). The influence of cultural tightness–looseness, religiosity, and the institutional environment on tax evasion behaviour: A cross-country study. European Financial Management, 30(1), 346–374. https://doi.org/10.1111/eufm.12420
Grunwald, S., & Daroub, S. (2023). A 360° perspective of women in soil science focused on the U.S. In Frontiers in Soil Science (Vol. 3). Frontiers Media SA. https://doi.org/10.3389/fsoil.2023.1072758
Horák, F., & Lacko, D. (2019). New contributions of multidisciplinary and empirical approach to legal consciousness. Lawyer Quarterly, 9(3), 248–261.
Michael, T., Rosando, A. F., Anwar, K., Salsabila, F. N., Wahyudi, E., & Purba, F. A. (2023). Memaksimalkan Pariwisata Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan Di Wisata Alam Surabaya Dan Kediri. JHP17, 8(2), 42–48. https://doi.org/10.30996/JHP17.V8I2.9226
Pena, K., Atas, J., Kemerdekaan, K., Pers, K., Habibie, M. A., & Michael, T. (2025). Ketimpangan Pena Jurnalis atas Kriminalisasi Kemerdekaan dan Kebebasan Pers. Journal Evidence Of Law , 4(1), 239–249. https://doi.org/10.59066/JEL.V4I1.1078
Rahmatullah, M. I., & Michael, T. (2024). The Regulation of The Use of Euthanasia In Indonesia and New Zealand In The Framework of International Human Rights. International Journal of Social Sciences and Humanities, 2(2), 53–63. https://doi.org/10.55681/IJSSH.V2I2.1297
Scholz, R. W., & Renn, O. (2024). Codes of Conduct for Collaboration as Social Rule Systems for Transdisciplinary Processes. Systemic Practice and Action Research, 37(1), 81–101. https://doi.org/10.1007/s11213-023-09641-3
Sputra, Y., & Michael, T. (2025). Limitation of the Authority Constitutional Court in Forming Legal Norms on the Testing of Laws Against the 1945 Constitutional Law of the Republic Indonesia. Technium Social Sciences Journal, 68, 263–267. https://techniumscience.com/index.php/socialsciences/article/view/12445
TOMY MICHAEL. (2023). LEGAL EDUCATION - AN EDUCATION OF RECURRING LEGAL NEEDS OR HABITS? Russian Law Journal, 11(3). https://doi.org/10.52783/rlj.v11i3.1241