Perancangan Buku Etnofotografi sebagai Media Pelestarian Budaya Suku Sasak Lombok
Main Article Content
Abstract
Suku Sasak merupakan etnis terbesar di Pulau Lombok yang memiliki ragam budaya dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, pengaruh modernisasi serta gaya hidup global semakin menggeser perhatian masyarakat, terutama generasi muda, dari budaya lokal. Minimnya minat terhadap tradisi asli mengancam keberlanjutan identitas budaya Sasak. Sebagai solusi, media visual yang menarik diperlukan untuk mengenalkan kembali budaya tersebut secara edukatif. Penelitian ini merancang sebuah buku etnofotografi yang mendokumentasikan dan memperkenalkan elemen-elemen budaya masyarakat Sasak, seperti tradisi Merarik, seni Peresean, tenun tradisional, dan bentuk arsitektur rumah adat. Pendekatan etnofotografi digunakan untuk menghadirkan dokumentasi visual yang diperkaya dengan narasi, agar nilai-nilai budaya dapat tersampaikan secara utuh. Tujuan utama perancangan ini adalah menghadirkan media pelestarian budaya yang komunikatif dan menarik, agar mampu menjangkau serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya Sasak, khususnya di kalangan generasi muda. Buku ini diharapkan menjadi salah satu strategi dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah gempuran arus modern.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bahroni, M. A., Susanti, D. B., & Ujianto, B. T. (2021). Pusat Kebudayaan Suku Sasak di Lombok dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Tema: Neo Vernakular. Jurnal PENGILON, 5(2), 773–790.
Claudea, N., Karjaya, L. P., Safitri, R. S., Rahma, Y. M., Muharni, Z., Aulia, N., Ashry, B. F. A., Zalfa, M. A. R., & Fadillah, A. (2024). Dampak Komersialisasi Budaya Terhadap Budaya Asli di Desa Sade di Kabupaten Lombok Tengah. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 18(2), 99. https://doi.org/10.47256/kji.v18i2.371
Dini Yulia. (2023, Juni 16). Menurunnya Nilai Budaya di Indonesia Saat Ini Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Menurunnya Nilai Budaya di Indonesia Saat Ini”, Kompasiana.com.
Haslan, M. M., Dahlan, D., & Fauzan, A. (2022). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Merariq pada Masyarakat Suku Sasak. CIVICUS: Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 9(2), 15. https://doi.org/10.31764/civicus.v9i2.6835
Heri Kurnia, & Dian Lestari. (2023). Transformasi Sosial Budaya Masyarakat Suku Korowai dalam Konteks Modernisasi dan Globalisasi. ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 4(1), 190–204. https://doi.org/10.37304/enggang.v4i1.12134
Khoirunisa Wahida, Hoirul Uyun, & Didit Kurniawan Wintoko. (2023). Efek Globalisasi yang Dihadapi Masyarakat Kontemporer Terhadap Perekonomian. Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Sosial, 1(1), 01–12. https://doi.org/10.59581/harmoni-widyakarya.v1i1.288
Nahak, H. M. I. (2019). Upaya Melestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65–76. https://doi.org/10.33369/jsn.5.1.65-76
Nugraha, M. A., & Noviana, E. (2024). Kuta Ciamis sebagai Media Informasi bagi Gen Z (Usia 21-24 Tahun) dalam Eksplorasi Budaya Lokal.
Sari, C. P. (2019). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Siswa Kelas IV. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(32), 3128–3137.
Steven. (t.t.). Perancangan Buku Fotografi Kehidupan Suku Sasak Bayan di Lombok Utara.