Representasi Kemiskinan Dalam Cerpen Bidar Karya Tiara Sari: Analisis Kohesi Leksikal Halliday dan Hasan

Main Article Content

Huliya Dewi
Mofidatul Hasanah
Andi Hidayatullah
Ria Kasanova

Abstract

Representasi kemiskinan dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui alur dan tokoh, tetapi juga melalui pilihan bahasa yang membentuk makna secara tekstual. Namun, kajian yang menghubungkan kohesi leksikal dengan representasi realitas sosial dalam cerpen Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kemiskinan dalam cerpen Bidar karya Tiara Sari melalui kajian kohesi leksikal berdasarkan teori Halliday dan Hasan. Penelitian menggunakan pendekatan linguistik fungsional sistemik dengan metode kualitatif deskriptif. Data berupa satuan-satuan lingual yang mengandung unsur kohesi leksikal dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk mengidentifikasi pola hubungan makna dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repetisi dan kolokasi merupakan bentuk kohesi leksikal yang paling dominan dalam membangun representasi kemiskinan, terutama melalui leksikon yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Sementara itu, sinonimi memperkuat dimensi emosional tokoh, dan hiponimi memperlihatkan keterbatasan pilihan hidup yang dihadapi masyarakat miskin. Temuan ini menunjukkan bahwa kohesi leksikal tidak hanya berfungsi menjaga kepaduan teks, tetapi juga menjadi strategi linguistik yang merepresentasikan realitas sosial dan memperkuat kritik terhadap kondisi kemiskinan dalam karya sastra.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Dewi, H., Hasanah, M., Hidayatullah, A., & Kasanova, R. (2026). Representasi Kemiskinan Dalam Cerpen Bidar Karya Tiara Sari: Analisis Kohesi Leksikal Halliday dan Hasan. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(8), 3933–3938. https://doi.org/10.56799/jim.v5i8.17613
Section
Articles

References

Firdaus, Y. A., & Firman, H. (2025). Analisis wacana kritis terhadap pernyataan Dedi Mulyadi tentang penghapusan wisuda sekolah: Perspektif Norman Fairclough. RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, 5(4), 378–388. https://doi.org/10.69957/relasi.v5i04.2276

Halliday, M. A. K., & Hasan, R. (2014). Cohesion in English. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315836010

Hasibuan, L. R., Simanjuntak, D. S. R., & Tumanggor, S. M. (2025). Kohesi dan koherensi dalam teks debat calon Gubernur Sumut Bobby Nasution tahun 2024. Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 6(2), 112–127. https://doi.org/10.33751/jsalaka.v6i2.11552

Irmayanti, I., Salam, S., & Abidin, A. (2025). Representasi kritik sosial dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 335–351. https://doi.org/10.26499/bahasa.v7i2.1490

Mantasiah R., M. R., & Wajdi, F. (2025). Kualitas kebahasaan disertasi mahasiswa pascasarjana: Analisis metafungsi interpersonal berdasarkan pendekatan linguistik fungsional sistemik. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 561–580. https://doi.org/10.30651/st.v18i2.26400

Ndruru, M., & Johan, Mhd. (2024). Analysis of lexical cohesion in speeches of Indonesian students in the United States. English Journal of Indragiri, 8(1), 97–109. https://doi.org/10.61672/eji.v8i1.2671

Octafiona, E. (2024). Kajian intertekstualitas dalam karya sastra Indonesia kontemporer. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(2), 645–655. https://doi.org/10.47709/educendikia.v4i02.4578

Ramadhani, T., Andres Ita, L., & Sulastri, S. (2026). Di balik lirik cinta: Kajian leksikal dan gramatikal pada lagu Seamin Tak Seiman karya Petrus Mahendra.

Sugiyanto, S., Slamet, S., & Sugiyono, S. (2016). Pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan dosen vokasi pada pendidikan vokasional di Lampung. Jurnal Pendidikan Vokasi, 6(3), 292–303. https://doi.org/10.21831/jpv.v6i3.10967

Taboada, M. (2019). Cohesion and conjunction. In G. Thompson, W. L. Bowcher, L. Fontaine, & D. Schönthal (Eds.), The Cambridge handbook of systemic functional linguistics (pp. 311–332). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316337936.014

Widiatmoko, B., & Waslam, W. (2017). Interjeksi dalam bahasa Indonesia: Analisis pragmatik. Pujangga, 3(1), 87–96. https://doi.org/10.47313/pujangga.v3i1.330

Yarsama, K., & Adus, K. (n.d.). Dinamika kehidupan sosial tokoh utama dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye.

Similar Articles

<< < 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.