Representasi Kemiskinan Dalam Cerpen Bidar Karya Tiara Sari: Analisis Kohesi Leksikal Halliday dan Hasan
Main Article Content
Abstract
Representasi kemiskinan dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui alur dan tokoh, tetapi juga melalui pilihan bahasa yang membentuk makna secara tekstual. Namun, kajian yang menghubungkan kohesi leksikal dengan representasi realitas sosial dalam cerpen Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kemiskinan dalam cerpen Bidar karya Tiara Sari melalui kajian kohesi leksikal berdasarkan teori Halliday dan Hasan. Penelitian menggunakan pendekatan linguistik fungsional sistemik dengan metode kualitatif deskriptif. Data berupa satuan-satuan lingual yang mengandung unsur kohesi leksikal dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk mengidentifikasi pola hubungan makna dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repetisi dan kolokasi merupakan bentuk kohesi leksikal yang paling dominan dalam membangun representasi kemiskinan, terutama melalui leksikon yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Sementara itu, sinonimi memperkuat dimensi emosional tokoh, dan hiponimi memperlihatkan keterbatasan pilihan hidup yang dihadapi masyarakat miskin. Temuan ini menunjukkan bahwa kohesi leksikal tidak hanya berfungsi menjaga kepaduan teks, tetapi juga menjadi strategi linguistik yang merepresentasikan realitas sosial dan memperkuat kritik terhadap kondisi kemiskinan dalam karya sastra.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Firdaus, Y. A., & Firman, H. (2025). Analisis wacana kritis terhadap pernyataan Dedi Mulyadi tentang penghapusan wisuda sekolah: Perspektif Norman Fairclough. RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, 5(4), 378–388. https://doi.org/10.69957/relasi.v5i04.2276
Halliday, M. A. K., & Hasan, R. (2014). Cohesion in English. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315836010
Hasibuan, L. R., Simanjuntak, D. S. R., & Tumanggor, S. M. (2025). Kohesi dan koherensi dalam teks debat calon Gubernur Sumut Bobby Nasution tahun 2024. Jurnal Salaka: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia, 6(2), 112–127. https://doi.org/10.33751/jsalaka.v6i2.11552
Irmayanti, I., Salam, S., & Abidin, A. (2025). Representasi kritik sosial dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada: Analisis wacana kritis Norman Fairclough. Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(2), 335–351. https://doi.org/10.26499/bahasa.v7i2.1490
Mantasiah R., M. R., & Wajdi, F. (2025). Kualitas kebahasaan disertasi mahasiswa pascasarjana: Analisis metafungsi interpersonal berdasarkan pendekatan linguistik fungsional sistemik. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 18(2), 561–580. https://doi.org/10.30651/st.v18i2.26400
Ndruru, M., & Johan, Mhd. (2024). Analysis of lexical cohesion in speeches of Indonesian students in the United States. English Journal of Indragiri, 8(1), 97–109. https://doi.org/10.61672/eji.v8i1.2671
Octafiona, E. (2024). Kajian intertekstualitas dalam karya sastra Indonesia kontemporer. Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 4(2), 645–655. https://doi.org/10.47709/educendikia.v4i02.4578
Ramadhani, T., Andres Ita, L., & Sulastri, S. (2026). Di balik lirik cinta: Kajian leksikal dan gramatikal pada lagu Seamin Tak Seiman karya Petrus Mahendra.
Sugiyanto, S., Slamet, S., & Sugiyono, S. (2016). Pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan dosen vokasi pada pendidikan vokasional di Lampung. Jurnal Pendidikan Vokasi, 6(3), 292–303. https://doi.org/10.21831/jpv.v6i3.10967
Taboada, M. (2019). Cohesion and conjunction. In G. Thompson, W. L. Bowcher, L. Fontaine, & D. Schönthal (Eds.), The Cambridge handbook of systemic functional linguistics (pp. 311–332). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/9781316337936.014
Widiatmoko, B., & Waslam, W. (2017). Interjeksi dalam bahasa Indonesia: Analisis pragmatik. Pujangga, 3(1), 87–96. https://doi.org/10.47313/pujangga.v3i1.330
Yarsama, K., & Adus, K. (n.d.). Dinamika kehidupan sosial tokoh utama dalam novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye.