Idiom dan Perumpamaan dalam Cerpen Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam Karya Sasti Gotama

Main Article Content

Habiburrahman
Jazirotur Riskiyah
Amirullah
Abriel Hidayat
Ria Kasanova

Abstract

Representasi trauma kolektif dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui alur naratif, tetapi juga melalui pilihan gaya bahasa yang membentuk makna simbolik dan kultural. Meskipun kajian stilistika dan semantik terhadap sastra Indonesia terus berkembang, hubungan antara idiom, perumpamaan, dan representasi trauma sosio-politik masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi, fungsi, dan konstruksi makna idiom serta perumpamaan dalam cerpen Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam karya Sasti Gotama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif semantik leksikal dan semantik kognitif untuk mengidentifikasi pola makna yang membangun representasi pengalaman traumatis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idiom dan perumpamaan membentuk tiga ranah semantik utama, yaitu ruang domestik sebagai simbol keamanan, citraan kebinatangan dan bencana sebagai representasi kekerasan kolektif, serta metafora folklor sebagai alegori marginalisasi. Pergeseran makna dari citraan keseharian menuju representasi tubuh dan kekerasan memperlihatkan fungsi gaya bahasa sebagai strategi diskursif dalam membangun kritik sosial dan memori kolektif atas tragedi Mei 1998. Temuan ini memperkaya kajian semantik sastra dengan menunjukkan bahwa gaya bahasa tidak hanya berfungsi sebagai perangkat estetis, tetapi juga sebagai medium representasi trauma, identitas, dan sejarah sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Habiburrahman, H., Riskiyah, J., Amirullah, A., Hidayat, A., & Kasanova, R. (2026). Idiom dan Perumpamaan dalam Cerpen Mengapa Tuhan Menciptakan Kucing Hitam Karya Sasti Gotama. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(8), 4029–4033. https://doi.org/10.56799/jim.v5i8.17704
Section
Articles

References

Arjulayana, A., & Lastari, D. S. (2024). Semantic analysis of figurative language in literature and discourse studies. Globish: An English-Indonesian Journal for English, Education, and Culture, 13(2), 309-322.

Chaer, A. (2009). Pengantar semantik bahasa Indonesia. PT Rineka Cipta.

Fernando, C. (1996). Idioms and idiomaticity. Oxford University Press.

Gotama, S. (2020). Mengapa Tuhan menciptakan kucing hitam. Dalam G. T. Atmodjo (Ed.), Mengapa Tuhan menciptakan kucing hitam? (hlm. 5-11). DIVA Press.

Gotama, S. (2025). Akhir sang gajah di bukit kupu-kupu. Penerbit Basabasi.

Keraf, G. (2010). Diksi dan gaya bahasa (Edisi ke-20). PT Gramedia Pustaka Utama.

Lakoff, G., & Johnson, M. (1980). Metaphors we live by. University of Chicago Press.

Listiyorini, A., Widyastuti, S., & Jupply, D. (2024). Elements, functions, and linguistic forms of the discourse structure in Indonesian literary works. LITERA, 23(3), 205-220.

Putri, N. A., Sari, N. L., Islami, R. C., & Widiati, N. (2023). Eksplorasi traumatis dan rekonsiliasi trauma dalam buku kumpulan cerpen B karya Sasti Gotama. Jurnal Ilmu Humaniora, 7(1), 73-82.

Santoso, A. (2025, Juni 28). Sasti Gotama pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa kategori kumpulan cerpen: Dapat ide tulis di selarik kalimat, simpan di bank premis. Jawa Pos.

Sari, R. P., & Umiyati, M. (2019). The use of semantic modalities and idioms in Indonesian journals. LITERA, 19(3), 378-396.

Tanjung, R. B., & Fitra, I. (2025). Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa: Kaum marginal perlu perhatian masyarakat. Tempo.

Ullmann, S. (2014). Pengantar semantik (Terjemahan S. Mansoer). Pustaka Pelajar.

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.