Strategi BAPPEDA Gresik dalam Mengatasi Eror Sistem pada Aplikasi SEPEKAN
Main Article Content
Abstract
Seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan mudah, pemerintah terus melakukan inovasi melalui pengembangan sistem informasi berbasis digital. BAPPEDA Kabupaten Gresik telah menerapkan SPBE melalui pengembangan sistem SEPEKAN (Sistem Informasi Rekomendasi Perizinan Layanan Kelitbangan). Namun dalam praktiknya, pelaksanaan sistem SEPEKAN masih menghadapi beberapa kendala bagi penggunanya. Sebagai pelayanan perizinan online KKN, survey, PKL, penelitian, hingga riset di Kabupaten Gresik, kendala yang muncul mencakup rendahnya kepuasan kualitas sistem hingga eror sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Gresik dalam mengatasi eror sistem pada aplikasi SEPEKAN dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dianalisis menggunakan pendekatan manajemen strategik Fred R.David (2011) dengan tiga indikator meliputi, formulais strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Informan dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui model interaktif Miles Huberman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan BAPPEDA Kabupaten Gresik dalam mengatasi eror sistem pada aplikasi SEPEKAN telah mencakup tahapan formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi. Namun, pelaksanaannya masih belum optimal karena keterbatasan kapasitas teknis internal, ketergantungan pada pihak eksternal, serta belum terpenuhinya kualitas layanan secara maksimal.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.