The Ineffectiveness of Digital Communication in Health Content Distribution : A Study of Posyandu Anyelir 1 Menteng Subdistrict Bogor City
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji ketidakefektifan komunikasi digital dalam penyebaran konten kesehatan di Posyandu Anyelir 1, Kecamatan Menteng, Kota Bogor. Perkembangan pesat media digital telah mendorong pelayanan kesehatan masyarakat untuk memanfaatkan platform komunikasi seperti WhatsApp dan media sosial untuk menyebarluaskan informasi kesehatan. Namun, implementasi komunikasi digital dalam pelayanan kesehatan masyarakat seringkali menghadapi berbagai kendala, termasuk keterlibatan audiens yang terbatas, akses informasi yang tidak merata, literasi digital yang rendah, dan penyampaian pesan yang tidak efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk mengeksplorasi hambatan komunikasi yang dialami dalam penyebaran konten kesehatan di Posyandu Anyelir 1. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kader Posyandu dan anggota masyarakat, serta studi dokumentasi. Penelitian ini menerapkan Teori Difusi Inovasi untuk menganalisis bagaimana informasi kesehatan digital dikomunikasikan dan diterima oleh masyarakat. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi digital di Posyandu Anyelir 1 belum sepenuhnya efektif karena beberapa faktor, termasuk interaksi yang terbatas antara kader dan warga, inkonsistensi dalam penyebaran konten, partisipasi masyarakat yang rendah dalam platform digital, dan dominasi metode komunikasi konvensional. Selain itu, kurangnya konten kesehatan yang menarik dan interaktif juga memengaruhi tingkat perhatian masyarakat dan pemahaman terhadap informasi yang disampaikan. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan strategi komunikasi digital, peningkatan literasi digital, dan pengembangan konten kesehatan yang lebih interaktif sangat penting untuk mengoptimalkan penyebaran informasi kesehatan di layanan kesehatan masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan praktik komunikasi kesehatan digital di tingkat masyarakat setempat.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K. (1978). The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods. McGraw-Hill.
Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of social media. Business Horizons, 53(1), 59–68.
Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Theories of Human Communication (10th ed.). Waveland Press.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya
Smith, J., & Jones, A. (2019). The role of local facilitators in community health interventions: A systematic review. Journal of Public Health Research, X(Y), pp-pp. [Sitasi hipotetis]
United Nations Development Programme (UNDP). (2020). Human Development Report 2020: The next frontier – Human development and the Anthropocene. UNDP.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Health Organization (WHO). (2021). Global strategy on health, environment and climate change: Framework for action. WHO.
Van Dijk, J. (2006). The Network Society: Social Aspects of New Media. Sage Publications.
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage publications.
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). Sage Publications.