Analisis Penggunaan Alegori dalam Lirik Lagu Déré Serani Masyarakat Manggarai

Main Article Content

Clara Anistya
Marselus Robot
Labu Djuli

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan dan makna alegori dalam lirik lagu Déré Serani sebagai lagu rohani masyarakat Manggarai. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif bersifat interpretatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa enam lagu yaitu Gélangkoé, Du Bétléhém Ali Wié, Yesus Oné Haju Panggol, Néka Pasar, Tabé Séngaji, dan Wa Mai Ngampang Gaku dalam buku Dere Serani yang dipilih berdasarkan adanya penggunaan alegori. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menafsirkan bentuk alegori yang ditemukan dalam lirik lagu. Dengan menggunakan teori stilistika Abrams yang diadaptasi oleh Nurgiyantoro, hasil penelitian menunjukkan bahwa enam lagu tersebut memiliki kecenderungan alegori simbolik yang merepresentasikan penantian dan harapan akan kehadiran ilahi, pencarian dan kegelisahan rohani, kesadaran dosa dan keterputusasaan manusia dari Tuhan, serta ruang hidup komunal dan kondisi eksistensial manusia. Keseluruhan data yang ditemukan dari lirik lagu tersebut berjumlah 46 data yang dikelompokkan ke dalam 18 jenis alegori simbolik. Temuan ini menunjukkan bahwa alegori memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan religius dan nilai-nilai spiritual secara simbolis dalam lirik lagu Déré Serani.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Anistya, C., Robot, M., & Djuli, L. (2026). Analisis Penggunaan Alegori dalam Lirik Lagu Déré Serani Masyarakat Manggarai. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(10), 6456–6468. https://doi.org/10.56799/jim.v5i10.18298
Section
Articles

References

Congkasae. (2024). Déré Serani dan Spirit Misa Inkulturasi. Dihttps://www.congkasae.com/2024/11/dere-serani-dan-spirit-misa-inkulturasi.html.

Déré Serani. (2022). Cetakan XV. Ruteng: Keuskupan Ruteng.

Fransori, A. (2017). Analisis stilistika pada puisi Kepada Peminta-Minta karya Chairil Anwar. Journal.Ippmunindra.ac.id https://www.journal.lppmunindra.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/884

Hartati, T., Pratami, F., & Hayati, M. (2022). Gaya Bahasa dalam kumpulan cerpen 11:11 karya Fiersa Besari. Seulas Pinang: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 46-55. https://doi.org/10.30599/spbs.v4i2.1785

Khasanah, N. (2024). Alegori Dalam Lirik Lagu Bermakna Religiusitas Guna Meningkatkan Pemahaman. 9(4), 753–764. https://doi.org/10.36709/bastra.v9i4.737

Nurgiyantoro, B. (2018). Stilistika. Gadjah Mada University Press.

Putra, I. W. A. A. S., & Arnawa, I. M. (2022). Analisis Stilistika dan Semiotika dalam Lagu Pop Bali. Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra, 10(2), 167-182. https://doi.org/10.25078/kalangwan.v12i2.1698

Siregar, N. S. (2022). Keteladanan tokoh utama dalam novel Hujan karya Tere Liye: Kajian psikologi sastra. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua, 7(1), 63–73.

Suryaningsih, L. (2021). Analisis penggunaan gaya Bahasa sarkasme pada lirik lagu Mbojo. Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 2(3), 274-280. https://doi.org/10.54371/ainj.v2i3.92

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.