Pengaruh IPM Dan Inflasi terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja di Sumatera Utara Tahun 2005-2025
Main Article Content
Abstract
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja merupakan indikator yang mencerminkan keaktifan penduduk usia kerja dalam kegiatan ekonomi. Di Provinsi Sumatera Utara, TPAK menunjukkan pola fluktuatif selama dua dekade terakhir meskipun IPM terus meningkat secara konsisten. Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai seberapa besar pengaruh IPM dan inflasi terhadap dinamika TPAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh IPM dan inflasi terhadap TPAK di Sumatera Utara tahun 2005–2025. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif berbasis data sekunder runtun waktu yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Teknik analisis menggunakan regresi linear berganda dengan pengujian asumsi klasik, serta pengujian hipotesis melalui uji F, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPM dan inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap TPAK (F hitung = 8,289; sig. = 0,003). Secara parsial, IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPAK (t hitung = 3,320, sig. = 0,004), sementara inflasi tidak berpengaruh signifikan (t hitung = −0,188; sig. = 0,853). Nilai Adjusted R² sebesar 0,422 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 42,2% variasi TPAK. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan, merupakan determinan dominan dalam mendorong partisipasi angkatan kerja yang berkualitas di Sumatera Utara.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.