Relevansi Ayat Mutasyabihat dalam Konteks Pemikiran Islam Kontemporer
Main Article Content
Abstract
Ayat mutasyabihat merupakan bagian dari Al-Qur'an yang memiliki makna tidak langsung dan memerlukan penafsiran mendalam, sehingga kerap menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan ulama. Dalam konteks pemikiran Islam kontemporer, ayat-ayat ini menjadi relevan seiring berkembangnya pendekatan hermeneutika, rasionalitas, dan tuntutan kontekstualisasi ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi ayat mutasyabihat dalam menjawab tantangan pemikiran Islam masa kini serta mengintegrasikan metode penafsiran klasik dan kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kepustakaan, menganalisis karya tafsir klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat mutasyabihat membuka ruang ijtihad, memperkaya khazanah intelektual Islam, dan mendorong toleransi terhadap perbedaan interpretasi. Pendekatan kontekstual dan interdisipliner terbukti memberikan pemahaman yang lebih relevan tanpa mengabaikan prinsip dasar Islam.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Abou El Fadl, Khaled. 2005. The Great Theft: Wrestling Islam from the Extremists. New York: HarperCollins.
Abu Zayd, Nasr Hamid. 2006. Critique of Religious Discourse. New Haven: Yale University Press.
Akbar, Farhan. 2022. “Dialektika Teks dan Konteks dalam Studi Islam.” Jurnal Studi Al-Qur’an dan Hadis 15 (2): 133–145.
Al-Jabiri, Muhammad Abid. 1991. Takwin al-‘Aql al-‘Arabi. Beirut: Center for Arab Unity Studies.
Al-Qattan, Manna‘. 2000. Mabahith fi ‘Ulum al-Qur’an. Kairo: Maktabah Wahbah.
Al-Razi, Fakhr al-Din. 1999. Mafātīḥ al-Ghayb. Jil. 8. Beirut: Dār Iḥyā’ al-Turāth al-‘Arabī.
Al-Tabari. 2001. Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an. Jil. 3. Beirut: Dar al-Fikr.
Aprillia, Nindy. 2022. “Relasi Harmonis antara Agama dan Sains.” Jurnal Studi Interdisipliner 13 (1): 102–110.
Arifin, Muhammad. 2019. Metodologi Studi Islam Modern. Yogyakarta: Pustaka Akademik.
Arkoun, Mohammed. 2002. The Unthought in Contemporary Islamic Thought. London: Saqi Books.
Asrulla, R., M. S. Jailani, dan F. Jeka. 2023. “Populasi dan Sampling (Kuantitatif), serta Pemilihan Informan Kunci (Kualitatif) dalam Pendekatan Praktis.” Jurnal Pendidikan Tambusai 7 (3): 26320–26332.
Auda, Jasser. 2008. Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law. London: The International Institute of Islamic Thought.
Azra, Azyumardi. 1999. Konteks Berteologi di Indonesia: Pengalaman Islam. Jakarta: Paramadina.
Basri, Hasan. 2020. Moderasi Islam dan Tantangan Ekstremisme. Jakarta: Pustaka Harmoni.
Chittick, William C. 1989. The Sufi Path of Knowledge. Albany: State University of New York Press.
Fitriani, Laila. 2022. “Bahaya Subjektivitas dalam Penafsiran Ilmiah.” Jurnal Metodologi dan Keilmuan 12 (1): 98–105.
Hallaq, Wael B. 2005. The Origins and Evolution of Islamic Law. Cambridge: Cambridge University Press.
Hakim, Ridwan. 2019. Epistemologi Islam dan Batas Pengetahuan Manusia. Jakarta: Cendekia Press.
Iqbal, Muhammad. 2013. The Reconstruction of Religious Thought in Islam. Stanford: Stanford University Press.
Izutsu, Toshihiko. 2002. God and Man in the Qur’an. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust.
Kamali, Mohammad Hashim. 2003. Principles of Islamic Jurisprudence. Cambridge: Islamic Texts Society.
Kartikasari, Dewi. 2021. “Islam dan Tantangan Modernitas: Upaya Kontekstualisasi Ajaran.” Jurnal Pemikiran Keislaman 13 (1): 94–105.
Kurniawan, Dedi. 2021. Pendekatan Hermeneutik dalam Studi Islam Kontemporer. Jakarta: Prenadamedia.
Madjid, Nurcholish. 2008. Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.
Pratama, Abdul Malik. 2018. Etika Penafsiran dalam Tradisi Islam. Yogyakarta: LKiS.
Putri, Nur Aisyah. 2021. “Integrasi Tafsir Klasik dan Pendekatan Kontemporer dalam Studi Al-Qur’an.” Jurnal Studi Keislaman 14 (1): 110–125.
Qomariyah, Nurul. 2022. “Integrasi Nilai Keislaman dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan.” Jurnal Sains dan Agama 12 (2): 119–128.
Ramadhan, Fadli. 2021. Pluralitas Penafsiran dalam Islam. Jakarta: Harmoni Ilmu.
Saeed, Abdullah. 2006. Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge.
Santoso, Budi. 2019. Metodologi Tafsir dan Etika Penafsiran Modern. Jakarta: Kencana.
Taha Abdurrahman. 2015. The Ethics of Disagreement in Islam. Beirut: Arab Center for Research and Policy Studies.
Zulkarnain, Ahmad. 2022. “Kaidah Ushul Tafsir sebagai Landasan Epistemologis dalam Penafsiran Al-Qur’an.” Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 11 (2): 150–165.