Kontroversi dan Personal Branding: Studi Kasus Timothy Ronald dalam Perspektif PR

Main Article Content

Ananda Diva Yuliana
Zevilla Putri Khoirunissa
Marjam Desma Rahadhini

Abstract

Perkembangan media sosial membuat personal branding menjadi hal yang sangat penting bagi public figure, terutama influencer yang bergerak di bidang investasi dan bisnis digital. Melalui media sosial, seseorang dapat membangun citra sebagai sosok yang sukses, profesional, dan dipercaya oleh masyarakat. Salah satu public figure yang cukup dikenal oleh masyarakat dalam dunia investasi kripto di Indonesia adalah Timothy Ronald. Ia dikenal sebagai influencer muda yang aktif membagikan edukasi mengenai investasi dan kebebasan finansial kepada anak muda. Namun, citra positif yang telah dibangun oleh Timothy Ronald mulai menjadi sorotan setelah muncul dugaan kasus penipuan investasi kripto yang menyeret namanya. Kasus ini kemudian menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat dan memengaruhi reputasi yang sebelumnya dibangun melalui media sosial. Artikel ini membahas tentang hubungan antara personal branding dan krisis reputasi melalui studi kasus Timothy Ronald dalam perspektif Public Relations (PR). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan analisis pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra sukses dan gaya hidup mewah yang dibangun Timothy efektif menarik pengikut, namun reputasi tersebut langsung anjlok saat diterpa isu hukum. Penanganan krisis yang cenderung tertutup dan minim klarifikasi resmi justru memperparah sentimen negatif publik di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa personal branding di dunia digital memerlukan fondasi transparansi dan manajemen komunikasi krisis yang cepat agar kepercayaan publik tidak hilang sepenuhnya saat terjadi masalah.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Yuliana, A. D., Khoirunissa, Z. P., & Rahadhini, M. D. (2026). Kontroversi dan Personal Branding: Studi Kasus Timothy Ronald dalam Perspektif PR. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(10), 6799–6804. https://doi.org/10.56799/jim.v5i10.18676
Section
Articles

References

Asad, E. W., & Wiwitan, T. (2025). Pengalaman Self-Compassion untuk Mempertahankan Personal Branding di Media Sosial. 157–164.

Harsanto, Rahadhini, M. D., & Wening, N. (2024). PUBLIC RELATIONS Pendekatan Strategik dan Teknologi Informasi.

Meifilina, A. (2022). Pelatihan personal branding dalam membangun citra diri. 2(1), 32–48. https://ejournal.unisbablitar.ac.id/index.php/scs/article/view/2410/1351

Montoya, P., & Vandehey, T. (2002). The Personal Branding Phenomenon. Peter Montoya Inc.

Mudak, S., & S. Manafe, F. (2023). Pemulihan Citra Diri Remaja Madya: Integrasi Psikologi dan Teologi. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 5(1), 60–72. https://doi.org/10.37364/jireh.v5i1.143

Stevani, A. (2025). Strategi Komunikasi Krisis: Respons Perusahaan Terhadap Skandal Personal Brand Ambassador. 8(1), 64–76.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (25th ed.). ALFABETA.

Sultra, M. (2026). Timothy Ronald Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Kripto. https://www.sultramedia.id/berita/timothy-ronald-dipolisikan-terkait-dugaan-penipuan-kripto/

Wibowo, M. C. (2024). Personal branding. Universitas Sains & Teknologi Komputer (Universitas STEKOM).

Widiyowati, E., Sarungu, L. M., & Wicaksono, A. B. (2025). Personal brand ing: Strategi Membangun Reputasi Diri di Era Media Sosial. 14(2), 2406–2416.

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.