Relasi Hukum Adat Dan Hukum Keluarga Islam Dalam Perwalian Perkawinan Masyarakat Suku Moi

Main Article Content

Muhammad Ihsan Syahrivi
Kurniadi Kurniadi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya praktik perwalian perkawinan dalam masyarakat adat Muslim yang tidak hanya dipengaruhi oleh ketentuan hukum keluarga Islam, tetapi juga oleh nilai-nilai adat yang hidup dalam masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya hubungan antara hukum adat dan hukum Islam dalam membentuk legitimasi sosial maupun keagamaan dalam perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi hukum adat dan hukum keluarga Islam dalam praktik perwalian perkawinan masyarakat Suku Moi serta implikasinya terhadap legitimasi perwalian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis normatif berbasis studi kepustakaan melalui pendekatan konseptual, perundang-undangan, dan socio-legal. Sumber data diperoleh dari bahan hukum primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif-analitis menggunakan perspektif legal pluralism dan living law. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perwalian perkawinan masyarakat Suku Moi berlangsung melalui proses interaksi dan penyesuaian antara norma adat dan hukum keluarga Islam. Hukum Islam tetap menjadi dasar legitimasi agama dalam akad nikah, sedangkan hukum adat berfungsi sebagai sumber legitimasi sosial dan budaya dalam masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik perwalian perkawinan masyarakat Suku Moi mencerminkan dinamika pluralisme hukum yang harmonis, sehingga pemahaman terhadap hukum keluarga Islam perlu dilakukan secara kontekstual dengan memperhatikan realitas sosial dan budaya masyarakat adat Muslim di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Syahrivi, M. I., & Kurniadi, K. (2026). Relasi Hukum Adat Dan Hukum Keluarga Islam Dalam Perwalian Perkawinan Masyarakat Suku Moi. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(8), 3143–3154. https://doi.org/10.56799/jim.v5i8.18865
Section
Articles

References

Ahdiyanti, I. (2025). KESETARAAN PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT ADAT SUKU MOI DI KOTA SORONG. Interdisciplinary Explorations in Research Journal, 2(2), 642–654. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/sosioreligius.v10i1.57775

Ahmadi, Faisal, A. R., Bajuri, A., & Setiawan, T. (2023). PRAKTIK PERNIKAHAN BERWAKIL WALI/TAUKIL WALI MENURUTPERSPEKTIFHUKUMKELUARGAISLAM(StudiKasusdiKantorUrusanAgamaKec.Tenayan Raya Pekanbaru). 1(2), 76–92. Retrieved from https://ejournal.pkmpi.org/index.php/pkmpi/article/view/130

Almadison, Aslati, Indrawijaya, D. T., & Pater, R. A. (2025). PERANAN WALI NIKAH DALAM TRADISI PERNIKAHAN ADAT MASYARAKAT MELAYU MENURUT PERSPEKTIFHUKUM ISLAM DAN KEARIFAN LOKAL. Andrew Law Juornal, 2(1), 10–14. https://doi.org/https://doi.org/10.61876/alj.v4i2.105

Andriawan, P. M., & Sainun. (2024). Praktik Taukil Wali Kepada Kiai Adat: Tinjauan Sosiologi Hukum. Intizar, 30(1). https://doi.org/10.19109/intizar.v30i1.22710

Aulia, M. Z. (2018). Hukum Progresif dari Satjipto Rahardjo: Riwayat, Urgensi, dan Relevansi. Undang: Jurnal Hukum, 1(1), 159–185. https://doi.org/10.22437/ujh.1.1.159-185

Dowansiba, Y., Syufi, Y., & Nauw, M. M. (2025). The Meyah Marriage System in Manokwari, West Papua, as a Means of Preserving Local Culture and Aesthetics. Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management, 4(2), 110–123. https://doi.org/10.59997/jacam.v4i2.5731

Fahrozi, A., Nur, A. M., Faridh, M. G., & Kurniati. (2025). ANALISIS KEADILAN GENDER DALAM PRAKTIK WALI NIKAH ANTARA TRADISI DAN MODERNITAS. Jurnal Integrasi Pengetahuan Disiplin, 6(1), 270–278. Retrieved from https://ijurnal.com/1/index.php/jipd/article/view/379/348

Iffan, A., & Mustafid. (2021). KAJIAN SOSIO LEGAL DALAM PEMAHAMAN SYARIAT ISLAM DAN HUKUM SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PENGUATAN PERKAWINAN. Jurnal El-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 7(1), 95–115. Retrieved from https://repo.uinsyahada.ac.id/1280/1/kajian sosio.pdf

Imran, Muammar, Jauharah, Aziz, T. A., Darmawi, & Hadianti. (2019). Tawkil Traditions in the Implementation of Marriage Contract in Aceh, Indonesia. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal) : Humanities and Social Sciences, 2(3), 210–218. https://doi.org/10.33258/birci.v2i3.410

Islamy, A. (2020). OPPORTUNITIES FOR WOMEN AS GUARDIANS OF MARRIAGE IN INDONESIA : AN OVERVIEW IN THE SOCIOLOGY OF ISLAMIC LAW. 21(1), 1–9. https://doi.org/https://doi.org/10.32923/asy.v5i1.1367

Khairuddin. (2023). FENOMENA TAUKIL WALI NIKAH; STUDI DI KABUPATEN ACEH SINGKIL. d, 213–226. https://doi.org/https://doi.org/10.24952/el-qanuniy.v9i2.9398

Markus, D. P., Mahmudah, M., & Islamiaty, N. (2022). Sistem Pewarisan Hukum Adat Suku Moi Di Kota Sorong. Justisi, 8(2), 119–125. https://doi.org/https://doi.org/10.33506/js.v8i2.1626

Mugu, D., Ali, M., & Purwanti, N. (2019). Analisis Sistem Perkawinan Suku Moi Di Kabupaten Sorong. Jurnal Faksi: Ilmu Sosial Dan …, 61–69. Retrieved from https://ejournal.um-sorong.ac.id/index.php/jf/article/view/759

Murdan. (2016). PLURALISME HUKUM (ADAT DAN ISLAM) DI INDONESIA. 1(1), 48–60. https://doi.org/https://doi.org/10.24235/mahkamah.v1i1.573

Nasution, A. (2024). PLURALISME HUKUM WARIS DI INDONESIA Adelina. 2(1), 306–312.

Nur, A. (2020). Garis Batas Antara Agama dan Budaya Dalam Perspektif Antropologi. Jurnal Adabiya, 19(1), 49. https://doi.org/10.22373/adabiya.v19i1.7484

Nur, M. I., Ridwan, M. S., & Fatimah, S. N. (2024). Analisis Penerapan Taukil Wali Nikah Perspektif Muhammadiyah Dan Nahdatu Ulama. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 5(1), 157–174. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/qadauna.v5i1.30592

Oktaviani, & Sugitanata, A. (2019). Memberikan Hak Wali Nikah Kepada Kyai: Praktik Taukil Wali Nikah Pada Masyarakat Adat Sasak Sade. Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 12(2), 161. https://doi.org/https://doi.org/10.14421/ahwal.2019.12204

Rahmah, Mustar, & Surya, S. (2025). LIVING LAW DALAM HUKUM KELUARGA DI INDONESIA. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(5), 195–207. https://doi.org/https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i5.289

Rajib, R. K., Haq, A. D., & Abidin, M. (2026). PLURALISME HUKUM WARIS DAN KONFLIK KELUARGA: ANALISIS PUTUSAN NO.284/PDT.G/2014/PN.JKT.SEL. 4(5). https://doi.org/https://doi.org/10.62281/4vnrpe63

Rosyid, M., & Dhani Dwi Afrizal. (2015). INTEGRASI HUKUM ADAT DALAM PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1792–1812. https://doi.org/https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1170

Syaiful, M. (2025). KEARIFAN LOKAL PAPUA DAN INTEGRASINYA DENGAN NILAI-NILAI ISLAM. 9(1), 45–61. Retrieved from https://www.jurnal.fkip-uniyap.ac.id/index.php/AT-TADIB/article/view/57/48

Taga, E. H., & Hakim, F. N. R. (2024). Analisis Hubungan Adat Istiadat dan Konflik dalam Tinjauan Kriminologi: Studi Kasus Suku Nduga Papua. Unes Law Review, 6(4), 11009–11023. https://doi.org/https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4

Tara, N., & Firmansyah, H. (2026). Problematika Tawkil Wali Dalam Perkawinan Kontemporer. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3026–2925. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3392

Yamin, A., Wijayati, M., Makatita, A. S., & Sileuw, M. (2023). Together In Lesema: Living Islamic Law among Customary Dani Muslims Polygamy Practice in Papua. Al-Ihkam: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial, 18(2), 467–495. https://doi.org/10.19105/al-lhkam.v18i2.9957