Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar

Main Article Content

Zoya F. Sumampow
Maria I. Warangkiran
Clara C. Soputan

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan yang dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter. Implementasi kurikulum ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21 melalui pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran di sekolah dasar, khususnya pada aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, penguatan Profil Pelajar Pancasila, dan sistem asesmen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber, meliputi buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, mendorong kreativitas dan inovasi guru, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi bagian integral dalam pembentukan karakter siswa melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang berorientasi pada nilai-nilai kebangsaan. Namun demikian, implementasi Kurikulum Merdeka masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep dan praktik pembelajaran berdiferensiasi, kurang memadainya sarana dan prasarana pendukung, serta belum optimalnya penerapan asesmen autentik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan peningkatan kompetensi guru, dukungan infrastruktur pendidikan yang memadai, serta sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan di sekolah dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sumampow, Z. F., Warangkiran, M. I., & Soputan, C. C. (2026). Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(7), 2868–2876. https://doi.org/10.56799/jim.v5i7.18903
Section
Articles

References

Andrade, H. L. (2020). Classroom assessment as the co-regulation of learning. Assessment in Education: Principles, Policy & Practice, 27(4), 350–372. https://doi.org/10.1080/0969594X.2019.1571992

Anwar, R. (2023). Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(2), 123–135.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2021). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.

Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2020). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 24(2), 97–140. https://doi.org/10.1080/10888691.2018.1537791

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world, change the world. Corwin Press.

Hidayat, T., Susanto, A., & Pramono, R. (2023). Penerapan deep learning dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan, 5(1), 45–56.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2022). Profil Pelajar Pancasila. Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Laporan implementasi Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.

Darling-Hammond, L. (2017). Empowered educators: How high-performing systems shape teaching quality around the world. Jossey-Bass.

Marlina. (2022). Pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar: Konsep dan implementasi. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 7(2), 89–98.

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2020). The future of education and skills: Education 2030. OECD Publishing.

Prasetyo, D. (2022). Asesmen autentik dalam Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 10(1), 67–78.

Rahmawati, D., & Suryanto, S. (2023). Tantangan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 12(1), 34–42.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2019.07.039

Suryadi, A., Nugroho, B., & Lestari, S. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(2), 210–222.

UNESCO. (2021). Learning loss and recovery in education. UNESCO Publishing.

Pinar, W. F. (2012). What is curriculum theory? Routledge.

World Bank. (2020). The COVID-19 pandemic: Shocks to education and policy responses. World Bank Publications.

Zed, M. (2020). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Similar Articles

<< < 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.