Pengaruh Motivasi Belajar dan Lingkungan Belajar terhadap Flow Akademik Siswa SMA Negeri di Kota Parepare
Main Article Content
Abstract
Flow akademik merupakan kondisi keterlibatan optimal siswa dalam proses pembelajaran yang ditandai dengan konsentrasi penuh, keterlibatan mendalam, dan minimnya gangguan selama aktivitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap flow akademik siswa SMA Negeri di Kota Parepare pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Partisipan penelitian berjumlah 349 siswa SMA Negeri di Kota Parepare yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Academic Motivation Scale, What Is Happening In This Classroom (WIHIC), dan The Flow Inventory for Students. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap flow akademik (R Square = 0,365; sig < 0,001). Lingkungan belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap flow akademik (R Square = 0,426; p < 0,001). Hasil regresi berganda menunjukkan, motivasi belajar dan lingkungan belajar berpengaruh signifikan terhadap flow akademik (R Square 0,480). Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi belajar dan lingkungan belajar merupakan hal penting untuk diperhatikan dalam menghadirkan keadaan optimal yaitu flow akademik dalam proses pembelajaran matematika.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anurda, N., & Nastiti, D. (2024). Hubungan motivasi berprestasi dengan flow akademik pada mahasiswa. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 13(1), 21–32.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Cochran, W. G. (1977). Sampling techniques (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Csikszentmihalyi, M. (1975). Beyond boredom and anxiety. Jossey-Bass.
Csikszentmihalyi, M. (2014). Flow and the foundations of positive psychology. Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-017-9088-8
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (1985). Intrinsic Motivation and Self-Determination in Human Behavior. New York: Plenum Press.
Fraser, B. J. (1998). Classroom environment instruments: Development, validity and applications. Learning Environments Research, 1(1), 7–33. https://doi.org/10.1023/A:1009932514731
Hamalik, O. (2001). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.
Nurhayati. (2008). Statistika pendidikan. Alfabeta.
Rafly T., Rahayu, D. S., Sidiq, A. M., Nurhidayah, R., Khaira, M., Aprilia, S. A. N., & Hendrawan, B. (2024). Workshop edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah organik dan anorganik sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan. Jurnal Kesatria Cendekia Indonesia, 1(2), 164–1
Salanova, M., Bakker, A. B., & Llorens, S. (2006). Flow at work: Evidence for an upward spiral of personal and organizational resources. Journal of Happiness Studies, 7(1), 1-22.
Sardiman. (2018). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (Seventeen edition ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Susilo, A., Satinem, Y., Sari, R. W., & Salsabilla, K. T. (2025). Learning environment analysis in increasing the learning spirit of PGRI Silampari University students. Journal of Insan Mulia Education, 3(1). https://doi.org/10.59923/joinme.v3i1.413
Uno, H. B. (2018). Teori motivasi dan pengukurannya. Bumi Aksara.
Wiyono, B. B. (2003). Manajemen lingkungan belajar. Universitas Negeri Malang Press.
Vallerand, R. J., Pelletier, L. G., Blais, M. R., Brière, N. M., Senécal, C., & Vallières, E. F. (1992). The Academic Motivation Scale: A measure of intrinsic, extrinsic, and amotivation in education. Educational and Psychological Measurement, 52(4), 1003–1017. https://doi.org/10.1177/0013164492052004025
Yuwanto, L. (2013). Flow: Teori dan aplikasi. Widya Mandala Press.