Hubungan Mutu Makanan Rumah Sakit terhadap Sisa Makanan Pasien di Ruang Alamanda BLUD RSUD Kabupaten Nabire
Main Article Content
Abstract
Pelayanan makanan di rumah sakit penting untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien. Salah satu indikator keberhasilannya adalah rendahnya sisa makanan. Sisa makanan yang tinggi dapat menyebabkan kekurangan gizi, memperpanjang masa rawat, dan menambah biaya perawatan. Faktor penyebab sisa makanan mencakup mutu makanan, terutama tampilan dan rasa. BLUD RSUD Kabupaten Nabire belum memiliki data resmi terkait sisa makanan pasien. Observasi awal di Ruang Alamanda menunjukkan adanya keluhan pasien terhadap tampilan dan rasa makanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan mutu makanan rumah sakit terhadap sisa makanan pasien di Ruang Alamanda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 54 pasien ditentukan dengan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan SPSS versi 16,0. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara warna (p = 0,042), bumbu (p = 0,023), dan temperatur (p = 0,042) dengan sisa makanan. Variabel bentuk, porsi, penyajian, aroma, tekstur, dan tingkat kematangan tidak berhubungan signifikan (p > 0,05). Kesimpulan, hanya warna, bumbu, dan temperatur yang memengaruhi sisa makanan. Hasil ini diharapkan menjadi dasar peningkatan mutu makanan dan evaluasi rutin pelayanan gizi rumah sakit.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anggraini, K. D., & Mar'atus Sholichah, R. 2023. Hubungan Kepuasan Penampilan Makanan Dengan Sisa Makanan Menu Sayur Pada Pasien Rawat Inap Kelas III Di Rumah Sakit Kristen Mojowarno. SPIKesNas, 2(3), 775–780.
Fatmawati, D. I., Nirbaya, A., & Setyaningrum, Y. I. 2020. Peningkatan Pengetahuan, Kepuasan dan Penurunan Sisa Makanan Pasien Hipertensi Akibat Konseling Gizi. Pontianak Nutrition Journal (PNJ), 3(2), 50–55.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Pelayanan Gizi Rumah Sakit (PGRS). Pedoman PGRS. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Nurilhida, N., Demmalewa, J. Q., & Ananda, S. H. 2024. Hubungan Penyajian Makanan dengan Sisa Makanan Pasien Rawat Inap di RSUD Kabupaten Wakatobi. Jurnal Gizi Ilmiah, 11(2), 28–34.
Oktaviani, A., Afrinis, N., & Verawati, B. 2023. Hubungan Cita Rasa Dan Variasi Menu Makanan Dengan Sisa Makanan Lunak Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Teluk Kuantan Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(1), 133–147.
Paramita, M., & Kusuma, H. S. 2020. Peran Suhu Makanan pada Sisa Makanan Pokok, Lauk Hewani, Lauk Nabati dan Sayur pada Pasien Diet TKTP. Jurnal Gizi, 9(1), 142–149.
Qodriatika, N. A., & Nafies, D. A. A. 2024. Hubungan Antara Daya Terima Makanan Dengan Sisa Makanan Biasa Pada Pasien Rawat Inap Di RSUD Dr. R. Koesma Tuban. NouristNet Journal, 1(1), 6–11.
Ronitawati, P., et al. 2021. Hubungan Tingkat Kepuasan Dan Kualitas Pelayanan Makanan Terhadap Biaya Sisa Makanan Dan Zat Gizi Yang Hilang Pada Pasien Di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta. Gizi Indonesia, 44(1), 77–86.
Saskia, R., Primadona, S., & Mahmudiono, T. 2018. Hubungan Tingkat Kematangan dan Suhu dengan Sisa Makanan Lauk Nabati pada Pasien Anak di Ruang Inap Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Media Gizi Indonesia, 13(2), 100–107.
Sulistiawati, D., Dharmawati, T., & Abadi, E. 2021. Hubungan Rasa Makanan dengan Sisa Makanan Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Karya Kesehatan, 2(01), 72–77.
Sumardilah, D. S. 2022. Analisis Sisa Makanan Pasien Rawat Inap Rumah Sakit (Food Leftovers Analysis of Hospital Inpatients).
Zulaika, Z., Susilawati, D., & Leolyta, T. 2021. Gambaran Sisa Makanan pada Pasien Rawat Inap Tanpa Diet Khusus di Rumah Sakit Azra Bogor. Jurnal Ilmiah Gizi Kesehatan, 9(1), 36–49.