Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Keterampilan Berpikir Kritis Terhadap Orientasi Masa Depan serta Implementasinya dalam Layanan Bimbingan Konseling Berbasis Nilai Islam di SMAN 1 Tengaran Kabupaten Semarang
Main Article Content
Abstract
Penelitian kuantitatif asosiatif kausal ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan keterampilan berpikir kritis terhadap orientasi masa depan siswa kelas X SMAN 1 Tengaran Kabupaten Semarang, serta bentuk implementasinya dalam layanan Bimbingan dan Konseling (BK) berbasis nilai Islam. Sampel penelitian mencakup 92 siswa yang diperoleh melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa berada pada kategori tinggi untuk kecerdasan emosional (84,8 persen), keterampilan berpikir kritis (75 persen), dan orientasi masa depan (78,3 persen). Secara parsial, kecerdasan emosional (t hitung = 2,275; nilai signifikansi = 0,025) dan keterampilan berpikir kritis (t hitung = 2,898; nilai signifikansi = 0,005) berpengaruh positif dan signifikan terhadap orientasi masa depan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F hitung = 8,625; nilai signifikansi = 0,000) dengan kontribusi nilai R Square sebesar 16,2 persen. Temuan ini diimplementasikan ke dalam program layanan BK melalui integrasi nilai-nilai Islam seperti tafakkur, muhasabah, ikhtiar, istiqomah, tabayyun, mujahadah an nafs, dan husnuzan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Atika, S. N., Amelia, A., & Ibrahim, N. (2025). Sistem Penilaian Kinerja dalam Mendorong Produktivitas dan Prestasi Kerja (Kajian Literatur). Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(5), 3456-3461.
Azizah, N. A. (2022). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Efikasi Diri terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI IPS di SMAN 41 Jakarta. Skripsi. Universitas Negeri Jakarta.
Ennis, R. H. (1985). A Logical Basis for Measuring Critical Thinking Skills. Educational Leadership, 43(2), 44-48.
Facione, P. A. (1990). Critical Thinking: A Statement of Expert Consensus for Purposes of Educational Assessment and Instruction (The Delphi Report). California: The California Academic Press.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Edisi 9. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.
Machali, I. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif: Panduan Praktis Merencanakan, Melaksanakan dan Analisis dalam Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Nurmi, J. E. (1991). How Do Adolescents See Their Future? A Review of The Development of Future Orientation and Planning. Developmental Review, 11(1), 1-59.
Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Lembaran Negara Republik Indonesia.
Setiyani, P., Saptadi, H., & Ajie, G. R. (2023). Hubungan antara Efikasi Diri dengan Pengambilan Keputusan Karier Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Juwana. Jurnal Bimbingan Konseling Dan Psikologi, 3(2), 83-95.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Ululajmi, P. A., & Agustina. (2024). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional dengan Efikasi Diri dalam Pengambilan Keputusan Karir pada Siswa SMA Swasta Kelas 12. Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 4(4), 387-393.