Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Tafsir Al-Qur'an: Konsep, Aktualisasi, dan Relevansinya dalam Pengembangan Studi Tafsir

Main Article Content

Abdillah S
Abd. Muid Nawawi

Abstract

Kajian mengenai ontologi, epistemologi, dan aksiologi merupakan bagian penting dalam pengembangan studi tafsir Al-Qur'an karena ketiga aspek tersebut menjadi fondasi filosofis dalam memahami hakikat, metode, dan tujuan penafsiran. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi tafsir Al-Qur'an serta menganalisis aktualisasi dan relevansinya dalam pengembangan studi tafsir di era kontemporer. Secara ontologis, tafsir memandang Al-Qur'an sebagai wahyu Allah Swt. yang menjadi objek utama kajian dengan kandungan makna yang bersifat universal dan dinamis. Dari perspektif epistemologi, penafsiran Al-Qur'an dibangun melalui berbagai sumber dan metode yang berkembang dalam tradisi keilmuan Islam, seperti pendekatan bayani, burhani, dan irfani, sehingga menghasilkan pemahaman yang komprehensif, sistematis, dan tetap berlandaskan otoritas wahyu. Sementara itu, dimensi aksiologi menempatkan tafsir sebagai instrumen yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, pembentukan moral, pengembangan hukum Islam, serta penyelesaian berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. Aktualisasi ketiga dimensi tersebut menunjukkan bahwa studi tafsir perlu terus berkembang secara kontekstual dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip autentisitas Al-Qur'an. Oleh karena itu, integrasi ontologi, epistemologi, dan aksiologi menjadi paradigma yang strategis dalam memperkuat pengembangan studi tafsir agar mampu menghasilkan pemahaman yang ilmiah, relevan, moderat, dan aplikatif sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat modern.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
S, A., & Nawawi, A. M. (2026). Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Tafsir Al-Qur’an: Konsep, Aktualisasi, dan Relevansinya dalam Pengembangan Studi Tafsir. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(10), 7194–7207. https://doi.org/10.56799/jim.v5i10.21027
Section
Articles

References

Abdul Bari, U. (2025). Ontologi epistemologi dan aksiologi serta aktualisasinya dalam tafsir Al-Qur’an. Jurnal Inspirasi Pembelajaran, 6(4).

Abduh, M., & Ridha, R. (1999). Tafsir al-Manar. Beirut: Dar al-Ma‘rifah.

Al-Farmawi, A. H. (1997). Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu‘i. Kairo: Al-Hadharah al-Arabiyah.

Al-Jabiri, M. A. (1991). Bunyah al-‘Aql al-‘Arabi. Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah al-Arabiyyah.

Al-Tabari, M. J. (2000). Jami‘ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an. Beirut: Muassasah al-Risalah.

Al-Zarkasyi, B. (1995). Al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an. Beirut: Dar al-Ma‘rifah.

Amir, A. N. (2021). Fazlur Rahman dan interpretasi teks al-Qur’an. Journal of Qur'an and Hadith Studies, 10(2), 245–255.

Burhanuddin. (2018). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar. Jakarta: Prenadamedia.

Esack, F. (1997). Qur’an, Liberation and Pluralism: An Islamic Perspective of Interreligious Solidarity against Oppression. Oxford: Oneworld.

Fazlur Rahman. (1980). Major Themes of the Qur’an. Chicago: Bibliotheca Islamica.

Fazlur Rahman. (1982). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. Chicago: University of Chicago Press.

Hafid, A. (2024). Kajian tafsir kontemporer dan relevansinya dalam menjawab problematika modern. Kajian Tafsir Kontemporer.

Izza, V. (2021). Double movement: Hermeneutika Alquran Fazlur Rahman. Jurnal Keislaman, 4(2), 127–143.

Izutsu, T. (2002). God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung. Kuala Lumpur: Islamic Book Trust.

Khasanah, U., Ichwan, M. N., & Pratama, A. (2025). Pengembangan tafsir kontekstual dalam menjawab tantangan masyarakat modern. Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

Mansur, M. A. (2026). Ontology, epistemology, axiology: A new path to understanding tafsir. Jurnal Indonesia Sosial Sains, 7(1), 145–154.

Nasr, S. H. (2002). The Heart of Islam: Enduring Values for Humanity. San Francisco: Harper.

Nasr, S. H. (2015). The Study Quran: A New Translation and Commentary. New York: HarperOne.

Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. London: Routledge.

Shihab, M. Q. (2007). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat. Bandung: Mizan.

Shihab, M. Q. (2007). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.

Suriasumantri, J. S. (2017). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Thottupurath, A. (2025). Qur’anic interpretation and contemporary challenges: Environment, technology, and human values. Al-Balagh: Journal of Islamic Studies.

Wahid, A., Usman, & Fawaid, A. (2025). The sociological approach in Qur’anic interpretation: An analysis of Fazlur Rahman’s double movement method. DAAR EL-KAMIL: Multidisciplinary Journal.

Walida, D. T. (2025). Ontologi, epistemologi dan aksiologi serta aktualisasinya dalam studi Islam. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(2), 771–786.

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.