Strategi Pelestarian Gastro-Etno-Wellness Berbasis Kearifan Lokal Melalui Kasoami di Pulau Tomia, Wakatobi
Main Article Content
Abstract
Modernisasi, perubahan pola konsumsi, dan perkembangan pariwisata menekan keberlanjutan gastronomi tradisional di wilayah kepulauan, termasuk kasoami, pangan pokok berbahan singkong masyarakat Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna budaya dan nilai gastro-etno-wellness kasoami, strategi pelestarian oleh masyarakat, faktor pendukung dan penghambatnya, serta potensinya bagi wellness tourism dan pariwisata berkelanjutan berbasis komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan snowball dari kelompok generasi muda, masyarakat lokal, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan pelaku wisata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, serta diuji melalui triangulasi dan member check. Hasil menunjukkan bahwa kasoami dimaknai sebagai identitas budaya, warisan leluhur, simbol ketahanan pangan, dan pangan alami yang dinilai sehat. Strategi pelestarian meliputi pewarisan dalam keluarga, inovasi rasa dan kemasan, promosi media sosial, serta dukungan pemerintah daerah. Pelestarian dihambat oleh pergeseran pola makan generasi muda, berkurangnya petani singkong, dan terbatasnya promosi. Kasoami berpotensi menjadi atraksi wellness tourism berbasis komunitas apabila dikembangkan secara kolaboratif tanpa menghilangkan keaslian budaya.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.