Sinergi Kopi Lokal dan Patiseri Tradisional Dalam Penguatan Daya Tarik Wisata Kuliner Berkelanjutan di Kota Medan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi akan urgensi untuk memperkuat dan mengangkat identitas kuliner lokal khas Sumatera Utara, khususnya Medan sebagai salah satu bagian penting dalam pengembangan pariwisata berbasis kuliner. Kuliner yang diangkat bukanlah kuliner yang telah mendapatkan tempat, namun peneliti hendak menawarkan pengalaman kuliner berbeda melalui upaya sinergisitas. Upaya sinergi ini diyakini dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat citra kota Medan sebagai destinasi wisata kuliner yang otentik dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya kolaboratif antara kopi dan patiseri tradisional serta menganalisis bagaimana kedua produk ini dapat meningkatkan daya tarik wisata kuliner di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi langsung serta melakukan kajian literatur terkait topik ini serta diujia dengan menggunggunakan triangulasi sumber. Luaran dari hasil penelitian ini dapat meliputi: model kolaborasi antara industri kopi lokal dan patiseri tradisional, rekomendasi strategi branding kuliner di Medan yang berbasis identitas lokal serta publikasi ilmiah mengenai sinergi kopi lokal dan patiseri tradisonal khas Sumatera sebagai daya tarik wisata kuliner.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
[1] Pemerintah, “Peraturan Mentri no 14 Tahun 2016: Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan,” Jakarta, Aug. 2016.
[2] Badan Pusat Statistik, “Kunjungan Wisatawan Mancanegara 2023-2025,” Kontan.co.id, Jakarta, pp. 1–8, Jun. 09, 2025.
[3] I. M, “Industri Makan-Minum Berkontribusi 39,10 Persen PDB,” PolitikIndonesia.id, Jakarta, pp. 1–4, Mar. 04, 2024.
[4] “LP_3811026701_PANDUAN PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DAN KONEKTIVITAS DESTINASI WISATA KOPI_2020”.
[5] Badan Pusat Statistik, “Kuliner dan Peluang Bisnis Cuan di Tahun Ular Kayu 2025,” pp. 1–5, 2023.
[6] Grand View Research, “Analysis Coffee Market (2025-2030).”
[7] Media Indonesia (2025), “Konsumsi Naik, Kedai Kopi Diperkirakan 10 Ribu”.
[8] P. Kuliner Lokal Jengkol Tahilala Sebagai Warisan Dan et al., “Preservation Of Local Culinary Jengkol Tahilala As A Banjar Cultural Heritage In Pingaran Village.” [Online]. Available: http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/anterior
[9] “Research Design_ Qualitative, Q - John W. Creswell”.
[10] V. Veronica and C. Wibawa, “STRATEGI OPTIMALISASI KULINER LOKAL DALAM MENDUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN DI JAKARTA,” Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, vol. 9, no. 1, pp. 29–43, Feb. 2025, doi: 10.38043/jids.v9i1.5988.
Ayuni, I. M., Kasmita, K., Wardi, Y., & Faridah, A. (2026). Pengembangan Pariwisata Kuliner Berbasis Kearifan Lokal: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Daya Tarik Destinasi. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 4(7), 2992–3000. https://doi.org/10.55681/armada.v4i7.3141
Basalamah, A., Abdillah, F., Susanto, S., Permata, S., & Windawaty, H. (2023). Coffee Tourism Development Potential in Banyuwangi Regency, East Java . Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata, 6(2), 83–88. https://doi.org/10.32528/sw.v6i2.1219