Peran Pelatihan K3 dan Pengawasan Kerja dalam Membentuk Kepatuhan Keselamatan Pekerja Confined Space di PT Sekar Arum Indonesia

Main Article Content

Angga Sugara
Ratna Tri Safariningsih
Linda Noviza

Abstract

Pekerjaan di ruang terbatas (confined space) memiliki risiko kecelakaan kerja yang tinggi sehingga memerlukan penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pelatihan K3 dan pengawasan dalam meningkatkan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja di ruang terbatas pada PT Sekar Arum Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mencakup kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan K3 berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pekerja mengenai identifikasi bahaya, penggunaan alat pelindung diri, pengujian atmosfer (gas testing), prosedur izin kerja (permit to work), dan penanganan keadaan darurat. Sementara itu, pengawasan berperan dalam memastikan penerapan prosedur keselamatan melalui pemantauan aktivitas kerja, pemeriksaan kelengkapan peralatan, pemberian arahan, dan tindakan korektif terhadap ketidaksesuaian prosedur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengawasan memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk perilaku kerja yang aman. Namun, efektivitas keduanya bergantung pada konsistensi pelaksanaan, keterlibatan pengawas, dan kedisiplinan pekerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan pelatihan berbasis risiko dan pengawasan secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja di ruang terbatas.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sugara, A., Safariningsih, R. T., & Noviza, L. (2026). Peran Pelatihan K3 dan Pengawasan Kerja dalam Membentuk Kepatuhan Keselamatan Pekerja Confined Space di PT Sekar Arum Indonesia. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 5(11), 8676–8695. https://doi.org/10.56799/jim.v5i11.21748
Section
Articles

References

Burke, M. J., Sarpy, S. A., Smith-Crowe, K., Chan-Serafin, S., Salvador, R. O., & Islam, G. (2006). Relative effectiveness of worker safety and health training methods. American Journal of Public Health, 96(2), 315–324. https://doi.org/10.2105/AJPH.2004.059840

Christian, M. S., Bradley, J. C., Wallace, J. C., & Burke, M. J. (2009). Workplace safety: A meta-analysis of the roles of person and situation factors. Journal of Applied Psychology, 94(5), 1103–1127. https://doi.org/10.1037/a0016172

Griffin, M. A., & Neal, A. (2000). Perceptions of safety at work: A framework for linking safety climate to safety performance, knowledge, and motivation. Journal of Occupational Health Psychology, 5(3), 347–358. https://doi.org/10.1037/1076-8998.5.3.347

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2023 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatas. https://jdih.kemnaker.go.id/peraturan/detail/2412/peraturan-menteri-nomor-11-tahun-2023

Malterud, K., Siersma, V. D., & Guassora, A. D. (2016). Sample size in qualitative interview studies: Guided by information power. Qualitative Health Research, 26(13), 1753–1760. https://doi.org/10.1177/1049732315617444

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications. https://eric.ed.gov/?id=ED565763

Neal, A., & Griffin, M. A. (2006). A study of the lagged relationships among safety climate, safety motivation, safety behavior, and accidents at the individual and group levels. Journal of Applied Psychology, 91(4), 946–953. https://doi.org/10.1037/0021-9010.91.4.946

Neal, A., Griffin, M. A., & Hart, P. M. (2000). The impact of organizational climate on safety climate and individual behavior. Safety Science, 34(1–3), 99–109. https://doi.org/10.1016/S0925-7535(00)00008-4

Occupational Safety and Health Administration. (n.d.). Permit-required confined spaces (29 CFR § 1910.146). U.S. Department of Labor. https://www.osha.gov/laws-regs/regulations/standardnumber/1910/1910.146

Republik Indonesia. (1970). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. https://jdih.kemnaker.go.id/peraturan/detail/49/undang-undang-nomor-1-tahun-1970

Tong, A., Sainsbury, P., & Craig, J. (2007). Consolidated criteria for reporting qualitative research (COREQ): A 32-item checklist for interviews and focus groups. International Journal for Quality in Health Care, 19(6), 349–357. https://doi.org/10.1093/intqhc/mzm042

Vinodkumar, M. N., & Bhasi, M. (2010). Safety management practices and safety behaviour: Assessing the mediating role of safety knowledge and motivation. Accident Analysis & Prevention, 42(6), 2082–2093. https://doi.org/10.1016/j.aap.2010.06.021

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications. https://study.sagepub.com/yin6e

Zohar, D., & Luria, G. (2003). The use of supervisory practices as leverage to improve safety behavior: A cross-level intervention model. Journal of Safety Research, 34(5), 567–577. https://doi.org/10.1016/j.jsr.2003.05.006

Zohar, D., & Luria, G. (2004). Climate as a social-cognitive construction of supervisory safety practices: Scripts as proxy of behavior patterns. Journal of Applied Psychology, 89(2), 322–333. https://doi.org/10.1037/0021-9010.89.2.322