Penanaman Nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal Gorontalo di SDN 65 Kota Timur
Main Article Content
Abstract
Pendidikan karakter berbasis budaya lokal menjadi pendekatan strategis untuk menanggulangi pelunturan nilai akibat globalisasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penanaman nilai-nilai karakter melalui kearifan lokal Gorontalo pada jenjang sekolah dasar, mencakup bentuk kearifan lokal, strategi penanaman, dan implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dari observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik SDN 65 Kota Timur. Informan dipilih secara purposive, dan data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan keabsahan dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk kearifan lokal, yaitu Adati Hula-Hulaa To Syara’a, Syara’a Hula-Hulaa To Kitabullah, Huyula, Dulohupa, Mopoma’atu, dan Tinepo. Nilai-nilai tersebut ditanamkan melalui enam strategi, yaitu keteladanan, pembiasaan, integrasi pembelajaran, penguatan, budaya sekolah, serta kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler. Implementasinya tampak pada lima nilai karakter, yaitu religius, gotong royong, tanggung jawab, peduli sosial, dan kesantunan. Penelitian menyimpulkan bahwa kearifan lokal Gorontalo berfungsi sebagai sumber nilai yang menghubungkan pendidikan karakter dengan keseharian peserta didik, meskipun konsistensi perilaku masih memerlukan penguatan berkelanjutan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
pendidikan guru. Kiblat Buku Utama.
Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Ariyanti, Y. (2021). Implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pada sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 12(2), 145–156.
Asriati, N. (2012). Mengembangkan karakter peserta didik berbasis kearifan lokal melalui pembelajaran di sekolah. Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora, 3(2), 106–119.
Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian budaya bangsa (local genius). Pustaka Jaya.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Daryanto, & Darmiatun, S. (2013). Implementasi pendidikan karakter di sekolah. Gava Media.
Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Depdiknas.
Gunawan, H. (2022). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. Alfabeta.
Hasanah, U. (2022). Penguatan karakter peserta didik melalui budaya sekolah. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 33–45.
Hasbullah. (2019). Dasar-dasar ilmu pendidikan. RajaGrafindo Persada.
Jubaedah, R., Dewi, D. A., & Istianti, T. (2025). Penguatan karakter siswa sekolah dasar melalui integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran. deguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(2).
Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Kemendikbudristek.
Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Koesoema, D. A. (2018). Pendidikan karakter: Strategi mendidik anak di zaman global. Grasindo.
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Lickona, T. (2013). Character matters. Simon & Schuster.
Mazid, S., Farikah, & Prasetyo, D. (2020). Nilai-nilai kearifan lokal sebagai pembentuk karakter masyarakat. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2).
Megawangi, R. (2017). Pendidikan karakter: Solusi yang tepat untuk membangun bangsa. Indonesia Heritage Foundation.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2022). Manajemen pendidikan karakter. Bumi Aksara.
Muslich, M. (2018). Pendidikan karakter: Menjawab tantangan krisis multidimensional. Bumi Aksara.
Naim, N. (2012). Character building: Optimalisasi peran pendidikan dalam pengembangan ilmu dan pembentukan karakter bangsa. Ar-Ruzz Media.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. (2017).
Pranata. (2016). Strategi pendidikan karakter berbasis budaya di SMAN 9 Yogyakarta. Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan, 5(3).
Rahmawati, N. (2023). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 8(2), 77–88.
Rahyono, F. X. (2009). Kearifan budaya dalam kata. Wedatama Widya Sastra.
Samani, M., & Hariyanto. (2019). Konsep dan model pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Suastra, I. W. (2010). Model pembelajaran sains berbasis budaya lokal untuk mengembangkan kompetensi dasar sains dan nilai kearifan lokal. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 43(1), 8–16.
Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Suleman, D., & Yusuf, R. (2022). Nilai-nilai kearifan lokal Gorontalo sebagai sumber pendidikan karakter. Jurnal Civic Education, 5(1), 12–24.
Suyadi. (2020). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Suyitno, I. (2012). Pengembangan pendidikan karakter dan budaya bangsa berwawasan kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 3(1).
Taha, M. (2021). Implementasi Profil Pelajar Pancasila berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Indonesia, 10(3), 211–223.
Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal Hamemayu Hayuning Bawana (Identifikasi nilai-nilai karakter berbasis budaya). Jurnal Pendidikan Karakter, 3(3).
Wagiran. (2022). Pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal. UNY Press.
Yunus, R. (2013). Transformasi nilai-nilai budaya lokal sebagai upaya pembangunan karakter bangsa. Jurnal Penelitian Pendidikan, 13(1).
Yunus, R. (2021). Kearifan lokal Gorontalo dalam perspektif pendidikan karakter. UNG Press.
Zubaedi. (2021). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana.