Strategi Antisipatif Mendeteksi Bencana Buatan Manusia: Konflik Sosial dan Disinformasi Digital Menjelang Pemilu Indonesia
Main Article Content
Abstract
Bencana buatan manusia mencakup konflik sosial yang dipicu oleh manipulasi informasi di ranah digital. Menjelang pemilihan umum, disinformasi, ujaran kebencian, dan politik identitas dapat memperdalam polarisasi dan memicu konflik horizontal, yang menurut hukum Indonesia diklasifikasikan sebagai bencana sosial. Studi ini menganalisis strategi antisipasi untuk mendeteksi ancaman tersebut, menggunakan konflik sosial dan disinformasi digital menjelang pemilihan umum di Indonesia sebagai studi kasus. Studi ini menerapkan tinjauan pustaka kualitatif semi-sistematis dari 25 sumber yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2026. Temuan menunjukkan bahwa disinformasi pemilu di Indonesia bersifat berulang dan berpola, mulai dari pemilihan gubernur Jakarta 2017 dan pemilihan umum 2019 hingga pemilihan umum 2024, ketika konten deepfake muncul. Ancaman ini diperkuat oleh polarisasi politik, ruang gema algoritmik, dan literasi digital yang moderat. Antisipasi yang efektif bertumpu pada enam komponen: intelijen bencana berdasarkan indikator kerentanan, pemantauan big data dan kecerdasan buatan, peringatan dini prediktif, literasi digital dan pencegahan penyebaran informasi, kolaborasi multi-pemangku kepentingan, dan tata kelola berbasis hak. Studi ini menyimpulkan bahwa deteksi dini bencana sosial terkait pemilu memerlukan integrasi pendekatan keamanan, teknologi, dan ketahanan masyarakat, yang dikoordinasikan dengan baik sebelum tahapan pemilu dimulai.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Aspinall, E., & Mietzner, M. (2019). Indonesia's democratic paradox: Competitive elections amidst rising illiberalism. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 55(3), 295–317. doi:10.1080/00074918.2019.1690412
Badan Pengawas Pemilihan Umum. (2022). Indeks kerawanan pemilu dan pemilihan serentak 2024. Jakarta, Indonesia: Badan Pengawas Pemilihan Umum.
Boin, A., Ekengren, M., & Rhinard, M. (2020). Hiding in plain sight: Conceptualizing the creeping crisis. Risk, Hazards & Crisis in Public Policy, 11(2), 116–138. doi:10.1002/rhc3.12193
Djalante, R. (2018). Review article: A systematic literature review of research trends and authorships on natural hazards, disasters, risk reduction and climate change in Indonesia. Natural Hazards and Earth System Sciences, 18(6), 1785–1810. doi:10.5194/nhess-18-1785-2018
Fatmawati, E., Salam, A. M., Susanti, R., Sulaeman, J., & Rafa, M. F. F. (2026). Deepfakes and disinformation: New threats to democracy and information security in Indonesia. PUBLICA, 18(2), 679–713. doi:10.15575/jpan.v18i2.57288
Hegre, H., Allansson, M., Basedau, M., Colaresi, M., Croicu, M., Fjelde, H., . . . Vestby, J. (2019). ViEWS: A political violence early-warning system. Journal of Peace Research, 56(2), 155–174. doi:10.1177/0022343319823860
Jalli, N., & Idris, I. (2019). Fake news and elections in two Southeast Asian nations: A comparative study of Malaysia general election 2018 and Indonesia presidential election 2019. In Proceedings of the International Conference of Democratisation in Southeast Asia (ICDeSA 2019) (pp. 138–148). Paris, France: Atlantis Press. doi:10.2991/icdesa-19.2019.30
Juditha, C. (2018). Interaksi komunikasi hoax di media sosial serta antisipasinya. Jurnal Pekommas, 3(1), 31–44.
Kementerian Komunikasi dan Informatika. (2024, Januari 17). Wamenkominfo ungkap langkah tangani hoaks Pemilu 2024 [Siaran pers No. 33/HM/KOMINFO/01/2024]. Retrieved from https://infopublik.id/kategori/siaran-pers/817591/siaran-pers-wamenkominfo-ungkap-langkah-tangani-hoaks-pemilu-2024
Kementerian Komunikasi dan Informatika, & Katadata Insight Center. (2023). Status literasi digital di Indonesia 2022. Jakarta, Indonesia: Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Lewandowsky, S., Ecker, U. K. H., & Cook, J. (2017). Beyond misinformation: Understanding and coping with the “post-truth” era. Journal of Applied Research in Memory and Cognition, 6(4), 353–369. doi:10.1016/j.jarmac.2017.07.008
Lim, M. (2017). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. doi:10.1080/14672715.2017.1341188
Maharani, T. D., Sarjito, A., Marnani, C. S., Almubaroq, H. Z., & Falefi, R. (2023). Separatist and terrorist movements in Papua: The challenges of social disaster management and the important role of human-made disaster intelligence. Jurnal Pertahanan, 9(3), 443–457. doi:10.33172/jp.v9i3.14659
Masyarakat Anti Fitnah Indonesia. (2023). Hoaks di Indonesia tahun 2022. Jakarta, Indonesia: Masyarakat Anti Fitnah Indonesia.
Muhtadi, B., & Wihardja, M. M. (2024). Deepfakes and selective belief: How partisanship affects voters' exposure and susceptibility to deepfake content (ISEAS Perspective No. 2024/58). Singapore: ISEAS–Yusof Ishak Institute.
Mujani, S., & Kuipers, N. (2020). Who believed misinformation during the 2019 Indonesian election? Asian Survey, 60(6), 1029–1043. doi:10.1525/as.2020.60.6.1029
Paul, J., & Criado, A. R. (2020). The art of writing literature review: What do we know and what do we need to know? International Business Review, 29(4), 101717. doi:10.1016/j.ibusrev.2020.101717
Pennycook, G., & Rand, D. G. (2021). The psychology of fake news. Trends in Cognitive Sciences, 25(5), 388–402. doi:10.1016/j.tics.2021.02.007
Renn, O., Laubichler, M., Lucas, K., Kröger, W., Schanze, J., Scholz, R. W., & Schweizer, P.-J. (2022). Systemic risks from different perspectives. Risk Analysis, 42(9), 1902–1920. doi:10.1111/risa.13657
Roozenbeek, J., & van der Linden, S. (2019). Fake news game confers psychological resistance against online misinformation. Palgrave Communications, 5, 65. doi:10.1057/s41599-019-0279-9
Siahaan, J. T., Alexandra, H. F. S., Sagala, P., Setiawibawa, R., & Uksan, A. (2025). Peran intelijen strategis terhadap potensi bencana sosial berbasis konflik SARA di Indonesia. CIVITAS (Jurnal Pembelajaran dan Ilmu Civic), 11(2), 135–141. doi:10.36987/civitas.v11i2.7759
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339. doi:10.1016/j.jbusres.2019.07.039
Tandoc, E. C., Jr., Lim, Z. W., & Ling, R. (2018). Defining “fake news”: A typology of scholarly definitions. Digital Journalism, 6(2), 137–153. doi:10.1080/21670811.2017.1360143
Utami, P. (2018). Hoax in modern politics: The meaning of hoax in Indonesian politics and democracy. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 22(2), 85–97. doi:10.22146/jsp.34614
Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). The spread of true and false news online. Science, 359(6380), 1146–1151. doi:10.1126/science.aap9559
Warburton, E., & Aspinall, E. (2019). Explaining Indonesia's democratic regression: Structure, agency and popular opinion. Contemporary Southeast Asia, 41(2), 255–285.
Yu, M., Yang, C., & Li, Y. (2018). Big data in natural disaster management: A review. Geosciences, 8(5), 165. doi:10.3390/geosciences8050165