Ketika Kepercayaan Terkikis: Korupsi, Foreign Direct Investment, Utang Pemerintah, dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dalam Perspektif Ekonomi Islam
Main Article Content
Abstract
Kepercayaan terhadap institusi merupakan salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkaitan erat dengan kualitas tata kelola, investasi asing, dan keberlanjutan fiskal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antara korupsi, foreign direct investment (FDI), utang pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia serta menginterpretasikan temuan empirisnya dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dan bounds testing berdasarkan data tahunan Indonesia periode 2002–2024. Korupsi diukur menggunakan Corruption Perceptions Index (CPI), FDI melalui arus masuk bersih terhadap produk domestik bruto (PDB), dan utang pemerintah melalui rasio utang terhadap PDB. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan jangka panjang antarvariabel. Peningkatan skor CPI, yang mencerminkan penurunan persepsi korupsi, justru berasosiasi negatif dengan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Temuan ini tetap konsisten setelah penggunaan indikator Control of Corruption dan pengendalian guncangan pandemi COVID-19. Sebaliknya, dalam jangka pendek, peningkatan skor CPI berhubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi pada tingkat signifikansi 10%. FDI tidak menunjukkan hubungan yang signifikan, sedangkan utang pemerintah memiliki hubungan negatif dan signifikan dalam jangka panjang pada model dasar, tetapi kehilangan signifikansinya setelah guncangan pandemi dikendalikan. Temuan ini memperlihatkan kompleksitas hubungan antara kualitas kelembagaan, pembiayaan eksternal, keberlanjutan fiskal, dan pertumbuhan ekonomi. Melalui perspektif dinamika pembangunan Ibnu Khaldun dan maqāṣid al-sharīʿah, penelitian ini menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi perlu dievaluasi tidak hanya berdasarkan indikator makroekonomi, tetapi juga berdasarkan prinsip amānah, keadilan, dan kemaslahatan dalam tata kelola keuangan publik.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Al-Saati, A. R. A. H. (1996). Public debt and public qirad: Their impacts on welfare. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 8(1), 3–21.
Asteriou, D., Pilbeam, K., & Pratiwi, C. E. (2021). Public debt and economic growth: Panel data evidence for Asian countries. Journal of Economics and Finance, 45(2), 270–287. doi:10.1007/s12197-020-09515-7
Barro, R. J., & Sala-i-Martin, X. (2004). Economic growth (2nd ed.). MIT Press.
Brown, R. L., Durbin, J., & Evans, J. M. (1975). Techniques for testing the constancy of regression relationships over time. Journal of the Royal Statistical Society: Series B (Methodological), 37(2), 149–163. doi:10.1111/j.2517-6161.1975.tb01532.x
Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.
Chapra, M. U. (2008). The Islamic vision of development in the light of maqasid al-Shariah. Islamic Research and Training Institute.
Gründler, K., & Potrafke, N. (2019). Corruption and economic growth: New empirical evidence. European Journal of Political Economy, 60, 101810. doi:10.1016/j.ejpoleco.2019.08.001
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill/Irwin.
Hassan, A. A. (2026, October 15). Singapore air quality to remain unhealthy, may reach very unhealthy on Friday. Bernama.
Ibn Khaldun. (1967). The Muqaddimah: An introduction to history (F. Rosenthal, Trans.; N. J. Dawood, Ed.). Princeton University Press.
Ibrahim, C. (2020). Corruption, public debt and economic growth: Evidence from developing countries. International Journal of Development Issues, 20(1), 24–37. doi:10.1108/IJDI-12-2019-0208
Kaufmann, D., Kraay, A., & Mastruzzi, M. (2011). The Worldwide Governance Indicators: Methodology and analytical issues. Hague Journal on the Rule of Law, 3(2), 220–246. doi:10.1017/S1876404511200046
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal. (2026, January 15). Realisasi investasi 2025 lampaui target, hilirisasi melompat 43,3 persen.
Kontan.co.id. (2026, February 13). Posisi utang pemerintah Indonesia tembus Rp9.637 triliun, rasio terhadap PDB 40,46%.
Kontan.co.id. (2026, October 9). Pembayaran bunga utang pemerintah capai Rp444,5 triliun hingga September 2026.
Krugman, P. (1988). Financing vs. forgiving a debt overhang. Journal of Development Economics, 29(3), 253–268. doi:10.1016/0304-3878(88)90044-2
Lainufar, I. R. (2026, October 15). Malaysia ajak negara ASEAN protes ke Indonesia soal kabut asap, usulkan tekanan finansial. Kompas.com.
Law, S. H., Ng, C. H., Kutan, A. M., & Law, Z. K. (2021). Public debt and economic growth in developing countries: Nonlinearity and threshold analysis. Economic Modelling, 98, 26–40. doi:10.1016/j.econmod.2021.02.004
Mauro, P. (1995). Corruption and growth. The Quarterly Journal of Economics, 110(3), 681–712.
Méon, P.-G., & Weill, L. (2010). Is corruption an efficient grease? World Development, 38(3), 244–259. doi:10.1016/j.worlddev.2009.06.004
Mhlaba, N., & Phiri, A. (2019). Is public debt harmful towards economic growth? New evidence from South Africa. Cogent Economics & Finance, 7(1), 1603653. doi:10.1080/23322039.2019.1603653
Muhamad, N. (2026, October 16). Terancam jadi “standalone market”, IHSG anjlok 11% (Jumat, 16 Oktober 2026). Databoks.
Narayan, P. K. (2005). The saving and investment nexus for China: Evidence from cointegration tests. Applied Economics, 37(17), 1979–1990. doi:10.1080/00036840500278103
Onafowora, O., & Owoye, O. (2019). Public debt, foreign direct investment and economic growth dynamics: Empirical evidence from the Caribbean. International Journal of Emerging Markets, 14(5), 769–791. doi:10.1108/IJOEM-01-2018-0050
Paramahamsa, I. P. G. R., & Puspa, A. W. (2026, October 16). MSCI wacanakan standalone market, IHSG anjlok terdalam sejak 1998. Bisnis.com.
Pesaran, M. H., Shin, Y., & Smith, R. J. (2001). Bounds testing approaches to the analysis of level relationships. Journal of Applied Econometrics, 16(3), 289–326. doi:10.1002/jae.616
Reinhart, C. M., & Rogoff, K. S. (2010). Growth in a time of debt. American Economic Review, 100(2), 573–578. doi:10.1257/aer.100.2.573
Ria, N., Musthofa, U. H., & Kurniati, E. (2026). The impact of foreign direct investment, exports, and the corruption perception index on ASEAN economic growth from an Islamic economic perspective. Jurnal Adz-Dzahab: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 11(1), 48–70. doi:10.47435/adz-dzahab.v11i1.4461
Rose-Ackerman, S., & Palifka, B. J. (2016). Corruption and government: Causes, consequences, and reform (2nd ed.). Cambridge University Press.
Setyowati, D. (2026, October 15). Korupsi dana darurat bencana BNPB diduga sejak 2022, ini temuan KPK. Katadata.co.id.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2020). Economic development (13th ed.). Pearson.
Transparency International Indonesia. (2026, February 10). Indeks Persepsi Korupsi 2025: Penurunan kebebasan sipil & akses pada keadilan mengancam perjuangan melawan korupsi.
Winduajie, Y. (2026, October 16). KPK: Adik eks Kepala BNPB dan 4 tersangka lain korupsi dana banjir Sumatra hingga karhutla. iNews.id.
World Bank. (2026). World Development Indicators [Data set]. World Bank.