Studi Pelayanan Distribusi Air Bersih Dari Sumber Mata Air Bahsikam Pada PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan distribusi air bersih dari sumber mata air bahsikam pada PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar khusunya untuk kecamatan siantar marihat. Dimana sampel berjumlah 100 orang. Di ketahui adanya pengaruh signifikan antara variabel warna air (X1) bau air (X2), abau air (X3) dan tekanan air (Kontuinitas) tarhadap kepuasan konsumen (Y) Di PDAM Tirtauli Kota Pematangsiantar. Berdasarkan Tabel di atas hasil uji parsial tersebut menyatakan pada variabel bau air (X1) rasa air (X2) dan warna air (X3) dapat dilihat dengan membandingkan nilai signifikansi variabel dengan α = 5%, maka apabila nilai signifikansi < 0.05 variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel independen. Sedangkan untuk Kontinuitas, yang diartikan ketersediaan air untuk setiap saat diperlukan (24 jam /hari) atau minimal 12 jam perhari pada jam – jam sibuk atau dengan bentuk kecepatan air. Nilai R Square diketahui adalah 0,993 atau 99,3 % menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja (Y) dipengaruhi bau air (X1) rasa air (X2) dan warna air (X3), Sebesar 99,3% dan sisanya 7% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Arianto. (2011). Pengertian Tempat Pembuanagan Akhir (TPA).
Arikunto. (2006). Hasil Penelitian Sampel Berlaku Bagi Populasi, Jakarta: Rineka Cipta.
Arjuna Gusti B, (2013). Lingkungan Fisik, Jakarta: Rineka Cipta.
Alfian Muhammad, (2017). Dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kebon Kongok Terhadap Gangguan Kesehatan Masyarakat. Desa Suka Makmur, Kec. Gerung Kab. Lombok Barat.
Ayen Domitila, (2016). Gambaran Proses Pengolahan Sampah dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Masyarakat. Wilayah TPA Bantar Geban, Bekasi.
Chereminisinoff, (2003). Komposisi Sampah.
Damanhuni, (1995). Permasalahan yang Timbul Terkait Dengan Operasional TPA.
Damanhuni, (2006). Daur Ulang Sampah.
Damanhuni, (2008). Prameter yang Sering Digunakan Dalam Pemilihan Lokasi TPA.
Ecolink, (1996). Pengertian Sampah.
Fachriza, (2015). Pengertian Sampah.
Fathoni, (2006). Pengertian Populasi.
Gumbira, (1997). Pengertian Sampah.
http://ciptakarya.pu.go.id/profil/profil/barat/sumut/pematang_siantar
https://www.mistar.id/siantar/pandemi-covid-19-produksi-sampah-di-siantar-400-meter-kubik-per-hari/
http://sibima.pu.go.id/mod/resource/view.php?id=2813
http://tulisan-hherbandi.blogspot.com/2016.
Kasam. (2011). Pengertian Sampah.
Kamus Lingkungan. (1994). Pengertian Sampah.
Risqi, (2017). Kajian Permasalahan Pengolahan Sampah dan Dampak Lingkungan di TPA. Universitas.Lambang Mangkura, Prodi Teknik Lingkungan, Banjarbaru, Prov. Kalimantan Selatan.
SNI 19 - 2454 – 1991. Pengertian Sampah.
SNI 19 – 3964 – 1994. Pengertian Sampah.
SNI 03 – 3241 – 1994. Kriteria Lokasi Layak Dibangunnya TPA.
SNI 19 – 2454 – 2002. Timbulan Sampah.
SNI No. 19 – 2454 – 2002. Pola Pengumpulan Sampah.
SNI 19- 2454 – 2002. Pengangkutan Sampah.
SNI 19 – 2454 – 2002. Tahapan Yang Akan Dilalui Sampah Sebelum Sampah Tersebut Sampai di TPA.
Sungadji. (2010). Penjelasan Data Primer.
Sugiyono. (2008). Pengertian Sampel.
Sugiyono. (2011). Pengertian Data Sekunder.
Tchobanoglous. (1993). Pengertian Sampah.
Tchobanoglous. (1993). Ruang Lingkup Pengolahan Sampah.
UU No. 18 (2018). Tentang Pengolahan Sampah.
UU RI No. 18 Tahun 2008 dan PP RI No. 81 Tahun 2012. Mengamanatkan Perlunya Perubahan Paradigma Yang Mendasar Dalam Pengolahan Sampah.
Unus. (2006). Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Pembuatan Kompos.
Yuliani S. (2016). Dampak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Sembung Terhadap Kualitas Air Tanah. Desa Sinargalih, Kec. Cilaku Kab. Lombok Barat.