Problematika Keikutsertaan Media Pers Bertarung dalam Pemilu
Main Article Content
Abstract
Dalam sistem pemerintahan demokrasi, media massa memiliki peran sentral sebagai pembawa informasi yang akurat dan seimbang kepada publik. Kode Etika Jurnalistik menekankan kemandirian dan ketidakberpihakan dalam melaporkan peristiwa. Tradisi media independen, terutama di Eropa dan Amerika, mengedepankan nilai kebebasan pers. Hubungan antara media dan pemerintah harus dibangun atas dasar kemitraan dan saling menghormati, sambil menjaga tanggung jawab terhadap kebenaran informasi. Namun, media dihadapkan pada sejumlah problematika dalam konteks pemilu, termasuk disrupsi digital, konsentrasi kepemilikan media, dan kekhawatiran terkait ketidakadilan dalam pemberitaan politik. Tantangan media ke depan mencakup partisanship, biaya tinggi dalam proses politik, dan pembatasan terhadap penggunaan media asing. Dalam menghadapi semua ini, penting untuk terus memperjuangkan transparansi, kenetralan, dan kebebasan media sebagai pilar penting dalam membangun demokrasi.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Hisyam, Muh.(2003).Krisis Masa Kini dan Orde Baru.Jakarta : YOI.
Kompas. AJI Temukan Enam Masalah di Media Jelang Pemilu 2024. Artikel. https://www.kompas.id/baca/polhuk/2023/11/23/enam-masalah-media-jelang-pemilu-2024.
Nugroho,Bimo.(1999).Meliput Pemilu.Jakarta : ISAI.
Rahayu, Ninik.(2022).Jurnal Dewan Pers.Jakarta: Dewan Pers.
Sularto, ST.(2011).Syukur Tiada Akhir,Jejak Langkah Jakop Oetama.Jakarta:Kompas.
Suyanto, Joko.(2010).Demokrasi Kita & Pemikiran Politik.Jakarta:Gramedia.
Tapsell, R. (2017). Kuasa Media di Indonesia: Kaum Oligarki, Warga dan Revolusi Digital. Banten: CV Marjin Kiri.
Winters, J. A. (2014). Oligarchy and democracy in Indonesia. In Beyond Oligarchy (pp. 11-34). Cornell University Press.