Dampak Kebijakan Pendanaan Pupil Premium di Inggris dan Variasi Serupa di Seluruh Dunia Terhadap Pendidikan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai jenis variasi pendanaan yang digunakan di berbagai negara dalam mendukung pembangunan sosial-ekonomi dan sektor penelitian. Berbagai model pendanaan, termasuk pendanaan publik, swasta, campuran, internasional, dan crowdfunding, dianalisis berdasarkan relevansi dan efektivitasnya di negara-negara dengan latar belakang ekonomi yang berbeda. Pendanaan pemerintah yang didorong oleh kebijakan nasional terbukti menjadi sumber utama dalam banyak negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat, untuk mendukung penelitian dan inovasi. Pendanaan swasta, yang sering digunakan oleh perusahaan besar di negara-negara seperti Jerman, menunjukkan kecenderungannya dalam sektor teknologi dan industri manufaktur. Model pendanaan campuran, seperti yang diterapkan di Jepang, memadukan sumber daya pemerintah dan sektor swasta untuk mendorong inovasi berkelanjutan. Selain itu, pendanaan internasional yang berasal dari lembaga global, seperti World Bank dan UNICEF, memainkan peran penting dalam mendukung proyek pembangunan di negara-negara berkembang. Terakhir, crowdfunding muncul sebagai metode pendanaan alternatif yang semakin populer di kalangan individu dan organisasi di negara-negara berkembang, Melalui analisis ini, penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai kebijakan pendanaan yang efektif dan dapat diterapkan untuk mendukung pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara dengan kebutuhan yang beragam.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Gazeley, L. (2024). Problematising flagship ‘disadvantage’ policies in English schools: agenda setting and incoherence in the absence of an over-arching theory of change. International Studies in Sociology of Education, 33(3), 301–322. https://doi.org/10.1080/09620214.2022.2154245
Gorard, S. (2023). Segregation and the attainment gap for permanently disadvantaged pupils in England. Educational Review, 75(6), 1039–1062. https://doi.org/10.1080/00131911.2021.2007055
Gorard, Stephen, Siddiqui, N., & See, B. H. (2021). The difficulties of judging what difference the Pupil Premium has made to school intakes and outcomes in England. Research Papers in Education, 36(3), 355–379. https://doi.org/10.1080/02671522.2019.1677759
Gorard, Stephen, Siddiqui, N., & See, B. H. (2022). Assessing the impact of Pupil Premium funding on primary school segregation and attainment. Research Papers in Education, 37(6), 992–1019. https://doi.org/10.1080/02671522.2021.1907775
Hall, S., & Webster, R. (2023). ‘It’s properly changed, and I think it’s going to continue.’ How the pandemic and the cost of living crisis remade the teaching assistant role. Pastoral Care in Education, 00(00), 1–21. https://doi.org/10.1080/02643944.2023.2271483
Knight, D. S. (2019). Are School Districts Allocating Resources Equitably? The Every Student Succeeds Act, Teacher Experience Gaps, and Equitable Resource Allocation. Educational Policy, 33(4), 615–649. https://doi.org/10.1177/0895904817719523
Martin, P. (2023). Exploring the relationship between the characteristics of English schools and the progression rates of their pupils to degree-level study. Educational Review, 75(5), 894–915. https://doi.org/10.1080/00131911.2021.1978395
OECD. (2014). OECD Review of Policies to Improve the Effectiveness of Resource Use in Schools (School Resources Review) Country Background Report for.
Siddiqui, N., & Gorard, S. (2023). Is household income a reliable measure when assessing educational outcomes? A Jigsaw of two datasets (Next Steps and National Pupil Database) for understanding indicators of disadvantage. International Journal of Research and Method in Education, 46(2), 118–132. https://doi.org/10.1080/1743727X.2022.2094359