Analisis Aksiologis Ungkapan KH. Abdulloh Suyuthi Tentang Prioritas Ilmu Atas Harta Dalam Perspektif Filsafat Ilmu

Main Article Content

Akhmad Muhaini
Muthmainnah Muthmainnah

Abstract

Perkembangan orientasi hidup masyarakat modern yang cenderung materialistik menempatkan kekayaan sebagai indikator utama keberhasilan, sehingga menggeser posisi ilmu sebagai nilai fundamental dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dimensi aksiologis dalam ungkapan “anak cucuku tidak saya doakan kaya harta, tetapi saya doakan kaya ilmu” dalam perspektif filsafat ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang bersifat konseptual, melalui teknik analisis isi terhadap berbagai literatur yang relevan dengan filsafat ilmu, pendidikan, dan kearifan lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tersebut secara dominan merepresentasikan dimensi aksiologi, dengan menempatkan ilmu sebagai nilai intrinsik dan instrumental yang lebih utama dibandingkan harta. Ilmu dipahami sebagai dasar pembentukan kualitas manusia yang mencakup aspek intelektual, moral, dan sosial, serta menjadi fondasi dalam memperoleh dan mengelola kesejahteraan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian filsafat ilmu, khususnya pada aspek aksiologi, dengan mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sumber nilai, serta memberikan implikasi bagi pengembangan paradigma pendidikan yang lebih berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai kemanusiaan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Muhaini, A., & Muthmainnah, M. (2026). Analisis Aksiologis Ungkapan KH. Abdulloh Suyuthi Tentang Prioritas Ilmu Atas Harta Dalam Perspektif Filsafat Ilmu. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(4), 10290–10298. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i4.16861
Section
Articles

Similar Articles

<< < 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.