Gambaran Pemaknaan Dan Kesiapsiagaan Bencana Alam Pada Warga Di Kota Palu
Main Article Content
Abstract
Bencana alam di Kota Palu tahun 2018 berupa gempa bumi, tsunami dan likuifaksi meninggalkan dampak mendalam bagi warga baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemaknaan pengalaman penyintas dan sejauh mana pemaknaan tersebut membentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di masa depan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini adalah warga Kota Palu yang mengalami langsung peristiwa bencana 2018, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi foto pascabencana. Analisis data dilakukan melalui empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dalam kategori dan tema yang diberi kode sesuai kutipan verbatim serta penarikan kesimpan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman bencana memunculkan berbagai persepsi, respons, dan dinamika perubahan emosi yang menjadi dasar terbentuknya pemaknaan. Pemaknaan mencakup aspek spiritual, penguatan hubungan keluarga dan relasi sosial, serta dorongan refleksi dan pengembangan diri, yang selanjutnya memengaruhi persepsi risiko dan perilaku kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa pembentukan kesiapsiagaan bencana perlu mempertimbangkan aspek pemaknaan pengalaman penyintas sehingga program mitigasi dan edukasi kebencanaan dapat dirancang berdasarkan pengalaman dan kondisi nyata warga.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.