Beban Finansial Pasca-Nikah Dalam Perspektif Maqashid Syariah: Studi Kritis Terhadap Perilaku Konsumtif Dalam Walimatul URS
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumtif dalam walimatul urs melalui tren intimate wedding, mengidentifikasi bentuk-bentuk beban finansial pasca-nikah yang ditimbulkannya, serta mengevaluasi kedua fenomena tersebut dalam perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap sumber-sumber fikih klasik dan kontemporer, termasuk kitab al-Muwafaqat karya Imam al-Syatibi, jurnal ilmiah terindeks, serta data empiris yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan metode content analysis dan analisis normatif usul al-fiqh dengan penekanan pada dimensi hifzh al-mal dan hifzh al-nasl. Hasil penelitian pertama menunjukkan bahwa tren intimate wedding mencerminkan perilaku konsumtif yang berlebihan, di mana walimatul urs telah bergeser dari syiar keagamaan menjadi representasi status sosial yang didorong oleh tekanan media sosial dan ekspansi industri pernikahan. Hasil penelitian kedua menunjukkan bahwa beban finansial pasca-nikah termanifestasi dalam empat bentuk: utang konsumtif pernikahan, gangguan arus kas keluarga, hilangnya opportunity cost finansial, dan konflik rumah tangga yang mengancam keberlangsungan pernikahan, dengan akar masalah pada lemahnya literasi keuangan, tekanan struktural media sosial, dan absennya internalisasi nilai Islam tentang kesederhanaan walimah. Hasil penelitian ketiga menunjukkan bahwa perilaku konsumtif dalam walimatul urs secara simultan mengancam kelima dimensi maqashid syariah, dengan ancaman terhadap hifzh al-mal sebagai yang paling konkret dan langsung.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.