Pengaruh Job Insecurity dan Perceived Organizational Support terhadap Job Performance melalui Subjective Well-Being pada Generasi Z di Ritel Indonesia
Main Article Content
Abstract
Kinerja karyawan merupakan elemen krusial dalam mempertahankan daya saing perusahaan, terutama pada sektor ritel yang ditandai dengan ketidakstabilan dan pergantian tenaga kerja yang tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari Job Insecurity dan Perceived Organizational Support terhadap Job Performance dengan Subjective Well-Being sebagai variabel mediasi pada Generasi Z di industri ritel Indonesia. Dengan menggunakan desain eksplanatori pada pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 253 responden yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online kemudian dianalisis dengan SEM-PLS pada SmartPLS 4. Temuan dari penelitian ini menyatakan bahwa Job Insecurity memiliki pengaruh negatif terhadap Subjective Well-Being dan Job Performance, sedangkan Perceived Organizational Support menunjukkan pengaruh positif terhadap kedua variabel tersebut. Selain itu, Subjective Well-Being terbukti berfungsi sebagai mediator dalam hubungan antara kedua variabel independen dan Job Performance. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan Conservation of Resources Theory dalam konteks Generasi Z di industri ritel. Secara praktis, hasilnya menegaskan pentingnya dukungan organisasi dan kesejahteraan psikologis untuk menjaga kinerja berkelanjutan di tengah ketidakpastian kerja.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.