Hubungan Burnout dengan Persepsi Lingkungan Kerja Berdasarkan Model Job Demand Control Social pada Karyawan PT PLN (Persero) UID SULUTTENGGO di Kota Manado

Main Article Content

Yolandinova Sitorus
Deetje J. Solang
Stevi B. Sengkey

Abstract

Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan psikologis yang dapat muncul akibat tekanan kerja berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dan burnout pada karyawan PT PLN (Persero) UID Suluttenggo di Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 133 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi lingkungan kerja dan burnout, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara persepsi lingkungan kerja dan burnout. Semakin positif persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja, semakin rendah tingkat burnout yang dialami, sedangkan persepsi yang lebih negatif berkaitan dengan tingkat burnout yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi terhadap tuntutan kerja, kendali pekerjaan, dan dukungan sosial merupakan aspek penting dalam dinamika burnout. Oleh karena itu, organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung untuk menjaga kesejahteraan psikologis serta mengurangi risiko kelelahan kerja berkepanjangan pada karyawan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Sitorus, Y., Solang, D. J., & Sengkey, S. B. (2026). Hubungan Burnout dengan Persepsi Lingkungan Kerja Berdasarkan Model Job Demand Control Social pada Karyawan PT PLN (Persero) UID SULUTTENGGO di Kota Manado. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(5), 15721–15728. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i5.18385
Section
Articles

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.