Kontekstualisasi Hadits Tentang Berkata Baik Atau Diam Terhadap Etika Berkomunikasi Di Era Digital: Analisis Hermeneutika Kontekstual Abdullah Saeed
Main Article Content
Abstract
Pola komunikasi di era digitalisasi merupakan fokus utama dalam berekspresi di media sosial, hal ini disebabkan dengan pola ujaran kebencian dan rendahnya dalam beretika. Hal ini berbanding terbalik dengan penelitian dari Microsoft bahwa Indonesia memiliki tingkat kesopanan digital yang rendah di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penalaran terhadap pemahaman suatu hadist tentang etika komunikasi, khusunya berkomunikasi dalam bermedia sosial, hadist mengenai anjuran untuk berkata baik atau diam yang dimaksudkan dengan melihat perkembangan media sosial pada zaman ini. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang fokus pada studi pustaka dan pendekatan Hermeneutika Kontekstual Abdullah Saeed, dengan melihat sisi moral pada makna dibalik teks tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perintah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam yang tertera pada redaksi tersebut, berubah menjadi tanggung jawab sosial dan pengelolaan informasi di era digital. Pesatnya perkembangan teknologi digambarkan bahwa interaksi semakin dapat menyebar luas di luar perkiraan, salah satunya definisi lingkungan sekitar, bukan hanya skala kecil tetapi dapat terjamah secara luas melalui perkembangan media sosial ini. Kontekstualisasi ini menunjukkan bahwa menahan diri dari hate speech bukan hanya soal kepatuhan akan hukum, melainkan juga implementasi dari iman yang melindungi diri dari kerusakan spiritual. Penelitian ini menunjukkan paradigma literasi digital yang berbasis pada nilai-nilai nyata untuk menciptakan kesadaran beretika dalam media sosial dengan wujud yang beradab.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.