Islam Dan Budaya Lokal: Analisis Antropologis Dalam Perspektif Epistemologi Al-Qur'an

Main Article Content

Imam Syahroni
Syihabuddin Qalqubi
Khotimah Suryani

Abstract

Relasi antara Islam dan budaya lokal merupakan salah satu isu penting dalam kajian keislaman karena keduanya senantiasa berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Perbedaan pandangan mengenai posisi budaya lokal dalam Islam menunjukkan perlunya kerangka analisis yang mampu menjembatani dimensi normatif agama dan realitas sosial budaya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relasi antara Islam dan budaya lokal dalam perspektif antropologi, mengkaji pandangan epistemologi Al-Qur’an terhadap budaya lokal, serta menjelaskan implikasinya bagi pengembangan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara Islam dan budaya lokal bersifat dialogis dan dinamis melalui proses adaptasi, negosiasi, serta transformasi budaya. Epistemologi Al-Qur’an memberikan ruang bagi penerimaan budaya lokal melalui prinsip ma‘ruf dan pengakuan terhadap keragaman manusia, dengan tetap menjadikan tauhid dan nilai-nilai moral sebagai batas normatif. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan dialogis-kritis merupakan model yang paling proporsional dalam memahami relasi Islam dan budaya lokal. Implikasi kajian ini mengarah pada pengembangan pendidikan Islam yang kontekstual, inklusif, dan responsif terhadap realitas sosial budaya masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Syahroni, I., Qalqubi, S., & Suryani, K. (2026). Islam Dan Budaya Lokal: Analisis Antropologis Dalam Perspektif Epistemologi Al-Qur’an. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(5), 13668–13678. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i5.18637
Section
Articles